Aokigahara – Lautan Pohon


Aokigahara adalah sebuah hutan dengan pemandangan begitu indah di sisi Timur Laut Gunung Fuji, pada hutan seluas 35 kilometer persegi ini terdapat beberapa goa berbatu dan es dimana beberapa diantaranya adalah salah tujuan yang populer bagi wisatawan asing. Meskipun demikian daerah ini dikenal secara luas sebagai tempat bagi mereka yang ingin bunuh diri sehingga mendapatkan julukan hutan bunuh diri selain nama julukan resminya yaitu lautan pohon.

aokigahara, suicide forest, the sea of trees
Kasus Bunuh Diri di Aokigahara
Hutan ini adalah tempat yang populer bagi para pelaku bunuh diri dengan jumlah statistik yang bervariasi dan terjadi setiap tahun. Pada tahun 2002 ada 78 kasus bunuh diri di hutan ini sementara pada tahun 2003 ada 105 mayat ditemukan di dalam hutan. Pada tahun-tahun berikutnya pemerintah lokal menghentikan publikasi sebagai upaya untuk menurunkan keterhubungan Aokigahara dengan kasus bunuh diri. Pada tahun 2010 sekitar 200 orang melakukan percobaan bunuh diri dan hanya 54 orang yang berhasil melakukannya.
Ketika kita memasuki kawasan di Aokigahara ini kita tidak hanya akan menemukan beberapa sisa sampah yang ditinggalkan oleh para turis, tetapi juga beberapa hal yang ditinggalkan oleh mereka yang melakukan bunuh diri. Mulai dari pita panjang yang menghubungkan pohon ke pohon sebagai panduan untuk jalan kembali bila sewaktu-waktu pelaku berubah pikiran, sisa tenda yang digunakan oleh pelaku bunuh diri untuk bermalam dan merenung (biasanya pelaku bunuh diri akan menghabiskan 1 hingga 3 malam untuk merenung sebelum kemudian memutuskan untuk bunuh diri atau kembali). hingga sisa sepatu, pakaian dan kerangka mereka yang memutuskan untuk bunuh diri.
Hampir semua pelaku kasus bunuh diri di Aokigahara adalah mereka yang datang dari luar daerah tersebut, karena penduduk setempat secara turun temurun dilarang untuk memasuki Aokigahara sehubungan dengan mitos dan legenda mengenai iblis dan roh jahat yang tinggal di lautan pohon.

Upaya Mengurangi Kasus Bunuh Diri di Aokigahara
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah lokal untuk mengurangi kasus bunuh diri di Aokigahara yang juga merupakan salah satu tujuan pariwisata di sekitar Gunung Fuji ini mulai dari memasang peringatan hingga mendirikan sebuah organisasi khusus untuk mengurangi dan berupaya menghentikan kasus bunuh diri.
Tugas dari Asosiasi Penanggulangan kasus Bunuh Diri (Suicide Prenvention Association) ini termasuk mencari akar permasalahan terjadinya banyak kasus bunuh diri, pencarian korban, hingga memberikan kounseling pada para pelaku upaya bunuh diri.
Pencarian korban setiap tahun dilakukan oleh kepolisian, relawan dan jurnalis sejak tahun 1970.

Mitos dan Legenda Aokigahara
Dalam mitosnya Aokigahara ditinggali oleh iblis (demon) dan roh yang marah dari mereka yang ditinggalkan di sana. Mitos ini berawal dari tradisi kuno Jepang pada masa sulit dimana masih terdapat banyak kasus kelaparan melanda, pada masa itu ada sebuah tradisi lokal yang disebut ubasute yaitu meninggalkan orang yang berumur lanjut di tengah hutan hingga meninggal dunia, dengan pengorbanan ini maka keluarga tersebut bisa lebih menghemat jatah makanan dan cukup untuk memberi makan anggota keluarga. Mereka yang ditinggalkan di dalam hutan tersebut akan meninggal dalam waktu yang lama dan mengenaskan karena dehidrasi dan kelaparan sehingga rohnya menghantui hutan tersebut.
Beberapa orang yang mengunjungi hutan ini juga mengaku melihat hantu dengan bentuk yang berubah-ubah berwarna putih melayang dari pohon ke pohon. Seorang spiritualis Jepang mengatakan bahwa tubuh mereka yang meninggal bersatu dengan tanah dan pohon menciptakan sebuah aktifitas paranormal yang menyebabkan mereka yang memasuki kawasan ini akan kesulitan untuk kembali.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Dunia pada tanggal Nov 20, 2015
Tags : , ,


www.000webhost.com