Beberapa Mitos Gerhana Bulan Di Dunia


mitos gerhana bulan

Berbagai kebudayaan banyak sekali melahirkan mitos-mitos yang berhubungan dengan fenomena alam termasuk di Indonesia, misalnya dalam pembahasan kali ini sehubungan dengan gerhana bulan. Berikut adalah beberapa mitos dari beberapa negara mengenai peristiwa gerhana bulan.

China – naga memakan bulan

Dalam beberapa kebudayaan di China, orang-orang akan membunyikan lonceng-lonceng untuk menghalau naga atau hewan buas lain supaya tidak menggigit bulan. Pada abad ke 19 angkatan laut China menembakkan artileri saat gerhana bulan karena kepercayaan ini. Pada masa dinasti Zhou dalam Book of Songs, penampakan bulan merah yang tertutup kegelapan dipercaya meramalkan akan datangnya kelaparan atau wabah penyakit.

Kepercayaan yang sama juga berlaku saat terjadinya gerhana matahari.

Mesopotamia kuno – serangan siluman

Bangsa Mesopotamia kuno percaya bahwa gerhana bulan terjadi karena bulan sedang diserang oleh tujuh siluman. Bangsa Mesopotamia saat itu menghubungkan peristiwa di langit dengan peristiwa di bumi sehingga peristiwa ini juga dianggap sebagai ramalan bahwa tujuh siluman juga akan menyerang sang raja. Bangsa Mesopotamia kemudian memerintahkan salah seorang untuk berpura-pura menjadi raja sehingga dia yang akan diserang oleh para siluman ini. Setelah gerhana bulan berlalu, raja palsu ini kemudian dibunuh, kemungkinan dengan cara diracun.

Vietnam – katak raksasa menelan bulan

Menurut legenda di Vietnam, gerhana bulan disebabkan karena seekor katak raksasa yang menelan bulan. Mereka percaya bahwa katak ini terlepas dari rantainya ketika sang penguasa sedang tertidur, para putri bulan kemudian berusaha untuk membangunkan penguasa Hanh, yang bisa membuat si katak memuntahkan bulan.

Ketika peristiwa ini terjadi biasanya para wanita akan membunyikan mangkuk-mangkuk penumbuk beras untuk membantu para putri bulan untuk membangunkan sang penguasa.

Inca – jaguar memakan bulan

Suku Inca percaya bahwa gerhana bulan terjadi karena seekor jaguar memakan bulan, hal itulah yang menjelaskan warna merah yang menyelimuti saat terjadi gerhana bulan total. Suku inca juga percaya bahwa setelah memakan bulan, jaguar ini akan turun ke bumi untuk memangsa manusia sehingga mereka akan membawa tombak dan berteriak ke arah bulan untuk mengusir si jaguar.

Hupa – menyembuhkan bulan

Suku Hupa, sebuah suku indian asli Amerika memiliki cerita dengan akhir yang lebih bahagia.

Suku Hupa percaya bahwa sang bulan memiliki 20 orang istri dan memiliki banyak sekali hewan peliharaan. Sebagian besar peliharaannya adalah singa gunung dan ular. Ketika bulan tidak memberi mereka makanan yang cukup, hewan-hewan ini menyerang dan membuat sang bulan berdarah yang menjelaskan alasan mengapa gerhana bulan total berwarna merah.

Gerhana bulan akan berakhir ketika istri-istri bulan datang untuk melindunginya, mengumpulkan darahnya dan menyembuhkannya.

Viking – serigala menyerang bulan

Bangsa Viking percaya bahwa gerhana bulan disebabkan oleh serigala yang ingin memakan bulan, ketika serigala ini menangkap dan akan memakan bulan saat itulah gerhana bulan terjadi dan orang-orang akan membuat suara segaduh mungkin untuk mengusir serigala dan menyelamatkan bulan.

Indian Serrano – roh yang akan memakan bulan

Suku Indian Serrano di California percaya bahwa gerhana bulan terjadi karena roh-roh orang mati mencoba untuk memakan bulan, sehingga ketika fenomena alam ini terjadi para shaman dan asistennya akan menari dan menyanyi untuk menghibur mereka yang sudah mati sementara orang yang lain akan berteriak untuk mengusir roh-roh yang mencoba memakan bulan. Saat upacara itu berlangsung, semua orang akan menghindari memakan makanan apapun supaya roh-roh jahat itu kelaparan.

Indonesia – raksasa memakan bulan dan mitos untuk ibu hamil

Kepercayaan kuno di Indonesia, yang ternyata hingga saat ini masih dipercaya oleh sebagian orang terutama yang tinggal di tempat terpencil, mempercayai bahwa gerhana bulan terjadi karena raksasa yang dikenal dengan Batara Kala (Betara Kala) atau Kala Rau (dalam versi India : Rahu) memakan bulan. Kepercayaan ini dipengaruhi oleh kisah epic Hindu.

Ketika peristiwa ini terjadi, biasanya masyarakat akan membunyikan bunyi-bunyian menggunakan berbagai peralatan seadanya dengan tujuan untuk mengusir si raksasa dan supaya Batara Kala memuntahkan bulan.

Pada beberapa kepercayaan, terjadinya fenomena gerhana bulan ini juga dipercaya memancarkan energi negatif sehingga untuk ibu-ibu hamil tidak diperbolehkan keluar rumah ketika peristiwa ini terjadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada janin. Kepercayaan ini juga terdapat pada beberapa negara di Asia Tenggara.

Diambil dan diterjemahkan dari berbagai sumber.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Dunia pada tanggal Dec 03, 2016
Tags : , ,