Capung Predator Udara Yang Sempurna


banner capung background hijau, dragonfly close up photo with soft background royalty free.

Diantara sekian banyak spesies serangga di sekitar kita, salah satu serangga yang sangat menarik perhatian saya adalah capung. Bentuk dan fitur tubuhnya yang unik menarik perhatian saya bahkan beberapa kolektor ingin mengoleksi hewan ini meskipun kemudian mereka tidak lagi mengoleksinya karena pigmen warna pada tubuh capung akan memudar ketika mereka mati.

Pemburu yang luar biasa
Sebagai serangga terbang, capung adalah pemburu yang luar biasa. Hewan ini mampu berburu dan menangkap mangsa di udara dengan tingkat akurasi hingga 98%, termasuk menangkap nyamuk dan lalat yang sedang terbang membuat serangga ini mendapat predikat pemburu yang paling efektif di dunia serangga.

Siklus hidup yang unik

foto capung oranye, orange dragonfly photo royalty free no watermarkSiklus hidup capung begitu unik, meskipun kita mengenal capung sebagai hewan terbang dan merupakan pemburu di udara yang handal, tetapi sebenarnya capung meluangkan sebagian besar hidupnya di dalam air sebagai larva.
Capung berukuran besar meluangkan hingga 2 tahun masa hidupnya sebagai larva yang hidup di dalam air, memangsa larva lain dan hewan air termasuk ikan kecil dan melungangkan 4 hingga 6 bulan masa hidupnya sebagai predator papan atas di udara sementara capung berukuran kecil yang biasa kita sebut sebagai capung jarum (damselfly) yang memiliki masa hidup hanya sekitar 6 bulan dengan 1 bulan hidup sebagai hewan udara.

Hewan dengan bentuk tubuh yang sempurna
Capung memiliki bentuk tubuh yang sempurna dan ideal sebagai pemburu di udara. Sejak kehadirannya 300 juta tahun yang lalu bentuknya tidak berubah, hanya merubah ukuran. Ketika itu ukuran capung memiliki rentang sayap sekitar 60-70 cm dan dunia didominasi oleh serangga berukuran raksasa.
Hingga saat ini capung memiliki lebih dari 5000 spesies hidup, jauh lebih banyak daripada spesies serangga lainnya.

Keindahan dan keunikan yang memukau
Capung memiliki bentuk tubuh yang unik dan memukau, banyak kolektor yang berusaha mengoleksi hewan ini akan tetapi mereka tidak lagi mengoleksi capung dan beralih pada ngengat dan kupu-kupu. Hal ini disebabkan karena yang membuat capung memiliki berbagai macam warna adalah pigmen hidup, sehingga ketika hewan ini mati warnanya akan memudar, tidak seperti ngengat dan kupu-kupu yang warnanya berasal dari sel-sel seperti cangkang pada sayapnya.

Sistem gyroscope alami
Bila kita memperhatikan struktur sayap capung kita akan melihat adanya bintik berwarna hitam, terkadang berwarna lain di bagian pinggir keempat sayapnya. Bintik hitan tersebuat berfungsi sebagai pemberat dan merupakan sistem gyroscope di dunia penerbangan yang didesain oleh alam melalui proses evolusi. Dengan adanya bintik hitam ini capung bisa terbang dengan seimbang dan berada pada orientasi yang tepat.

Penerbang dengan kecepatan tinggi
Meskipun tubuh capung sangat kecil, dengan dibantu oleh sistem gyroscope alami capung bisa berhenti dan terbang dengan tiba-tiba dengan posisi yang seimbang dan kecepatan tinggi, seekor capung dewasa mampu terbang dengan kecepatan hingga 100 kali panjang tubuhnya per detik dan hingga 3 kali panjang tubuhnya per detik saat terbang mundur.

banner capung orange, orange dragonfly photo royalty free no watermark

Foto-foto di atas sudah dipublikasikan di akun instagram saya : @a17nphotography
Foto resolusi tinggi bisa didapatkan melalui Dreamstime


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Photoblog pada tanggal Aug 25, 2015
Tags : , , , ,