Cara Menghemat Bandwidth Hosting


Bagi kita yang punya hosting service dengan kapasitas kecil kita bisa mengehemat bandwidth yang kita miliki sehingga bisa menampung lebih banyak user dan banyak konten, berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan untuk menghemat bandwidth hosting service yang kita miliki.

1. Gunakan layanan hosting luar untuk media baik itu foto, video maupun audio.

Dengan menggunakan penyedia layanan hosting khusus untuk media kita tidak perlu lagi memikirkan berapa besar bandwidth yang akan “termakan” ketika halaman website kita dimuat. Dengan demikian bukan berarti halaman tersebut akan dimuat lebih cepat, tetap saja cepat atau tidaknya sebuah halaman website dimuat tergantung dari seberapa besar file yang ditampilkan.

Misalnya :

Kita mempunyai sebuah video pendek dengan durasi 1 menit, video ini memiliki ukuran katakanlah 2 MB, sementara halaman website kita bila tanpa video hanya sebesar 25 kb.

Karena video tersebut dihosting menggunakan layanan hosting lain, misalnya youtube, maka pemakaian bandwidth ketika halaman website kita dibuka adalah :
Bandwidth yang digunakan oleh hosting service : 25 kb
Bandwidth yang digunakan oleh youtube : 2 MB

Pada kasus di atas meskipun beban koneksi pengguna yang membuka website kita totalnya 2,025 MB, tetapi beban bandwidth yang digunakan oleh hosting service yang kita gunakan tetap hanya 25 kb, sementara yang 2 MB adalah bandwidth milik video hosting service Youtube.

Kondisi di atas juga berlaku untuk foto dan audio.

2. Sebisa mungkin gunakan gambar vector sebagai ilustrasi

Vector adalah sebuah format gambar berbasis koordinat sehingga diubah ukurannya seberapa pun gambar tidak akan pecah karena bukan berbentuk kumpulan warna dalam pixel, selama ini kita mengenal format vector sering digunakan untuk tujuan printing, tetapi ada sebuah format vector yang memiliki penggunaan terluas yaitu .SVG. Selain bisa digunakan untuk printing, format ini bisa ditampilkan pada halaman web karena file format SVG (Scalable Vector Graphic) adalah format gambar vector berbasisi XML yang juga mendukung interaktifitas dan animasi.

Karena file vector ini berbasis XML, maka gambar vector ini bisa diindex oleh mesin pencari dengan mudah, bisa diberi script termasuk juga diedit menggunakan aplikasi text editor.

File vector dengan format SVG ini juga bisa digunakan sebagai alternatif pengganti flash dan tidak memerlukan plugin tertentu untuk menampilkannya karena hampir sermua web browser populer termasuk Internet Exprorer pun setidaknya memiliki fasilitas dasar untuk menampilkan file dengan format SVG. Karena ukurannya yang kecil format file ini bisa disimpan dalam hosting sendiri tanpa memakan terlalu banyak ruang dan bandwidth ketika ditampilkan.

3. Hindari penggunaan framework internal

Menggunakan framework, misalnya bootstrap atau jQuery bisa mempermudah kita untuk mendesain website kita dengan berbagai penampilan yang “fancy”, tetapi sebisa mungkin jangan memasukkan framework dalam hosting kita.

Framework sebenarnya adalah kumpulan berbagai macam script, yang sebenarnya kita kenal dan bisa kita buat sendiri, misalnya HTML, CSS, PHP dan Java yang bisa dipanggil dengan mudah dengan berbagai fungsi di dalamnya hal ini membuat framework berisi lebih banyak script yang tidak terpakai sehingga sebagian besar bandwidth yang digunakan untuk memuat framework tersebut akan terbuang percuma.

Beberapa developer framework memperbolehkan kita untuk memanggil script dari hosting mereka, gunakan fasilitas ini bila kita ingin menggunakan framework supaya bandwidth tidak terbuang untuk memuat begitu banyak script yang tidak terpakai.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Blogging, Website pada tanggal Feb 18, 2016
Tags : , , ,