Dampak Murahnya CPM Traffic Iklan Indonesia


Dalam dunia bisnis periklanan online, Indonesia adalah salah satu negara yang nilai traffic iklan online untuk CPMnya sangat murah yaitu sekitar $0.02 Р$0.06 per 1000 pengunjung, berbeda dengan traffic Eropa yang menawarkan hingga $1 per 1000 orang pengunjung. Rendahnya CPM traffic ini ternyata berdampak pada tampilan situs maupun blog yang dimonetasi menggunakan ad-network dimana pemilik situs atau blogger berlomba-lomba untuk menjejalkan iklan sebanyak mungkin dalam satu halaman.

Salah satu dampak rendahnya CPM rate di Indonesia
Dampak dari CPM rate yang rendah ini tidak hanya bisa dirasakan saat kita mengunjungi situs atau blog milik pribadi yang dimonetasi tetapi juga ketika kita mengunjungi situs umum baik itu situs portal berita maupun forum.

CPM rate yang rendah membuat pemilik situs, blog maupun forum memasang sangat banyak iklan sehingga membuat tampilan situs menjadi tidak nyaman terutama bila iklan tersebut ditampilkan dalam format floating banner, misalnya pada situs detik.com.

Situs detik.com menggunakan floating object dengan berlebihkan tidak hanya pada iklannya tetapi juga pada interface situsnya, kita bisa melihat bahwa situs ini menggunakan :

gambar tampilan detik.com yang penuh sesak

Penggunaan obyek floating yang berlebihan ini membuat tampilan situs detik.com terlihat sempit, terlalu penuh dengan isi sehingga kurang nyaman untuk dilihat karena tampilan berita akan terganggu dengan terlalu banyak hal di sekitar artikel dan indeks, perhatikan pulan posisi Floating News Feed yang seperti ‘tidak pada tempatnya’. Meskipun demikian tidak semua iklan yang tampil pada situs detik.com menggunakan penyedia layanan ad-network.

Kebijakan penyedia layanan ad-network
Untuk menghindari hal seperti ini beberapa ad-network memberi kebijakan bahwa dalam satu halaman hanya boleh diisi dengan 3 iklan dimana masing-masing iklan memiliki format yang berbeda, misalnya standart (468×60 px), box (300×250 px) dan tower (160×600 px). Bila dalam satu halaman terdeteksi terdapat lebih dari 3 iklan atau memiliki lebih dari 1 iklan dengan format yang sama maka CPM tidak akan dihitung karena dianggap melanggar peraturan penggunaan ad-network. Meskipun demikian beberapa ad-network tidak keberatan bila iklan kita dimunculkan pada halaman yang sama yang memuat iklan dari penyedia layanan iklan lain.

Penggunaan pop-up dan redirect link yang berlebihan
Penggunaan pop-up dan redirect link yang berupa shortlink yang berlebihan juga sering kita temui terutama pada blog-blog yang menyediakan link download file tertentu. Biasanya pop-up ini dikombinasi antara otomatis (iklan pop-up yang muncul ketika kita membuka halaman situs) dan on-click (iklan pop-up yang muncul kita melakukan ‘klik’ pada halaman tersebut). Kemunculan iklan pop-up tanpa interval akan mengganggu pembaca terutama bila ada lebih dari 1 script iklan pop-up terpasang pada halaman tersebut.
Redirect shortlink adalah salah satu media untuk memonetasi sebuah situs atau blog dimana pengunjung akan diarahkan ke halaman iklan terlebih dahulu sebelum menuju ke alamat link yang dituju, akan tetapi pada beberapa kasus sering kita jumpai link seperti ini akan mengarah ke iklan shortlink lain sebelum akhirnya mengarha pada halaman yang ingin dibuka, hal ini tentunya membuat mengunjung merasa tidak nyaman dan memilih untuk mencari sumber lain yang ‘tidak ribet’.
Saat ini kinerja ad-blocker sudah cukup baik dalam menangani iklan seperti ini terutama dalam iklan shortlink dimana pengunjung tetap akan membuka halama iklan tetapi halaman iklan tersebut akan tampak kosong dan karena iklan tidak ditampilkan maka publisher iklan dengan shortlink tersebut tidak mendapatkan pendapatan atau dianggap invalid traffic.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Blogging pada tanggal Sep 02, 2015
Tags : , , , ,


www.000webhost.com