Faktor Pemicu Lahirnya Peradaban


Dalam perkembangan kehidupan manusia ada dua hal utama yang dapat memicu lahirnya peradaban maju, yaitu mengenal pertanian dan terciptanya tulisan yang oleh beberapa ilmuwan dijadikan indikator lahirnya sejarah. Berikut adalah penjelasan secara ringkas mengenai peran kedua hal tersebut dalam lahirnya peradaban manusia.


Peta tempat manusia mulai menetap, bercocoktanam dan membangun peradaban.

Awal peradaban dan penyebaran manusia

Kita percaya bahwa kehidupan manusia modern berawal dari benua Afrika kurang lebih sekitar 200,000 hingga 160,000 tahun yang lalu. Ketika itu manusia hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang bertahan hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan, dan harus hidup berpindah-pindah mengikuti hewan buruan yang selalu bermigrasi dan buah-buahan yang tumbuh setiap musim tertentu.

Keterbatasan buruan dan adanya persaingan dengan kelompok manusia lain dalam perilaku berpindah-pindah ini menghambat pertumbuhan populasi manusia, sehingga satu-satunya cara yang bisa dilakukan ketika populasi manusia lebih banyak dari persediaan makanan saat itu adalah membagi manusia menjadi kelompok-kelompok kecil dan menyebar untuk mencari tempat perburuan baru kurang lebih sekitar 60,000 tahun yang lalu. Di sinilah proses penyebaran manusia dimulai dan teknologi-teknologi berburu yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan jenis hewan buruan mulai berkembang.

Dengan berkembangnya teknologi alat-alat dalam berburu seperti panah, jaring dan jebakan, maka mendapatkan hewan buruan menjadi relatif lebih mudah sehingga terjadi peningkatan persediaan makanan dan hal ini memicu bertambahnya populasi.

Tetapi, kemudahan dalam berburu mengakibatkan berkurangnya buruan secara drastis sehingga memicu hal terpenting yang membuat manusia bisa berkembang dengan populasi lebih besar, yaitu :

Lahirnya Pertanian

Masa dimana manusia mengenal pertanian biasa disebut sebagai jaman Neolitikum (Neolithic) yang dimulai sekitar tahun 8000 SM hingga kurang lebih tahun 3000 SM ketika manusia belajar untuk membuat peralatan dari besi.

Pada masa ini pertanian mulai tumbuh dan berkembang di berbagai belahan dunia termasuk di Eropa, Afrika, Asia dan Amerika. Banyak tempat tinggal manusia saat itu berada di lahan subur terutama di dekat aliran sungai seperti di sebelah timur Laut Mediterania.

Tidak hanya pertanian saja, mereka juga mulai belajar untuk beternak sehingga selalu mendapatkan cadangan makanan berupa daging secara konstan tanpa harus berburu.

Mereka yang sudah tinggal menetap dan bisa memproduksi makanan sendiri bisa memikirkan faktor kehidupan yang lain selain mencari makanan, seperti membangun tempat tinggal permanen dan membentuk komunitas yang lebih besar. Menciptakan berbagai peralatan dan pakaian dan memulai sebuah aktifitas yang merupakan cikal bakal lahirnya sistem perekonomian, yaitu menukarkan berbagai hal yang mereka miliki dengan hal lain yang tidak mereka miliki dengan komunitas lain. Sebuah sistem yang saat ini kita kenal sebagai barter.

Di sini peradaban mulai terbentuk lengkap dengan sistem perekonomian sederhana. Ditengah berkembangnya peradaban mereka memerlukan media komunikasi untuk mengatur dan mengelola pola hidup mereka secara lebih efektif. Memastikan kepemilikan mereka akan suatu properti, baik itu tempat tinggal, hewan ternak maupun pertanian, serta mengorganisasi komunitas mereka yang semakin berkembang.

Sehingga terlahirlah :

Bahasa Tulis

Tulisan adalah manifestasi fisik dari bahasa verbal. Kemungkinan manusia mulai mengembangkan “bahasa” sebagai media komunikasi sekitar tahun 35000 SM. Meskipun demikian bahasa tulis baru terlahir kurang lebih pada tahun 3500 – 3000 SM di Sumeria, Mesopotamia selatan dengan bentuk cunieform dan disusul oleh hieroglyph pada masa dinasti awal Mesir sekitar tahun 3150 SM.

Penciptaan bahasa tulis ini mempermudah aktifitas sehari-hari, termasuk sebagai media komunikasi untuk mempermudah aktifitas pertukaran.

Dengan semakin berkembangnya komunitas-komunitas manusia dan setiap komunitas memiliki kelebihan dan kekurangan dalam kebutuhan hidup. Bahasa tulis dapat mempermudah komunikasi antara dua komunitas yang berjauhan ini terutama mengenai sumber daya yang mereka butuhkan dan mereka tawarkan untuk saling memenuhi kebutuhan hidup.

Pada awalnya tulisan diciptakan dalam bentuk pictograf, sebuah simbol yang mewakili sebuah objek atau benda, untuk membantu mengingat dan mengenali sesuatu.

Untuk mengekspresikan konsep yang lebih kompleks dari tujuan finansial dan daftar benda, maka diperlukan sistem tulis. Sistem tulis ini dikembangkan di sebuah kota di Sumeria, Uruk, setelah tahun 3200 SM yang melahirkan tulisan phonogram, simbol yang mewakili suara.

Dengan lahirnya phonogram, seseorang bisa menyampaikan maksud dan makna dalam sebuah bahasa tulis dengan lebih detil daripada menggunakan pictogram.

Dengan lahirnya bahasa tulis dan sistem tulis, manusia memasuki masa sejarah dimana beberapa aktifitas mulai didokumentasikan, manusia mulai mengenal Literatur dan sistem berhitung.

Referensi :

History of WritingHistory World
Map Of Human MigrationNational Geographic
Prehistoric Hunter-gatherer Societies – Ancient History Encyclopedia by Emma Groenvald
Writing – Ancient History Encyclopedia by Joshua J. Mark


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Dunia pada tanggal May 07, 2017
Tags : , ,