Flakka Dan PCC Adalah Obat Yang Berbeda


Beberapa waktu lalu muncul video viral yang menunjukkan seorang anak laki-laki bertingkah seperti kesurupan yang diduga telah mengkonsumsi obat bernama PCC atau mumbul yang pada awalnya dicurigai adalah flakka dan saat ini diketahui bahwa PCC dan flakka adalah obat yang berbeda.

narkoba flakka

Flakka

Flakka awalnya dikembangkan pada tahun 1960an sebagai obat desain, yaitu obat-obatan sintetis yang dibuat sedemikian rupa supaya memiliki efek medis seperti obat yang sebenarnya. Obat ini kemudian dilarang pada tahun 2014, sementara sejak tahun 2015, obat ini mendapatkan status sebagai obat-obatan yang diawasi peredarannya di China.

Dengan statusnya yang hanya sebagai obat-obatan yang dibawah pengawasan maka flakka bisa didapatkan dari China dengan harga yang relatif murah, yaitu sekitar $3 hingga $5 dan bisa didapatkan secara online.

Seperti yang dikutip dari CNN, Flakka memiliki efek yang lebih berbahaya dari cocain dan obat-obatan terlarang lainnya, tidak hanya karena efek sampingnya kepada pengguna, tetapi juga karena sifat obat tersebut yang rentan akan overdosis. Hanya sedikit saja mengkonsumsi flakka berlebih maka bisa berakibat fatal sehingga batas antara kecanduan dan kematian akibat overdosis sangatlah tipis.

Flakka bisa dikonsumsi dengan cara dihisap, dihirup, atau disuntikkan. Mereka yang mengkonsumsi narkoba jenis flakka ini biasanya akan mengalami efek samping yang disebut sebagai excited delirium, yang ditandai dengan perilaku yang membahayakan orang disekitarnya, suhu tubuh yang naik tajam hingga paranoia termasuk merasakan amarah dan seakan-akan memiliki kekuatan super.

Flakka sendiri mengandung bahan yang menyerupai MDPV, yaitu bahan dasar dari garam mandi. Bahan kimia ini mengikat dan menawarkan molekul pada permukaan syaraf yang berfungsi mengendalikan tingkat transmisi dopamin dan serotonin yang berfungsi mengendalikan mood. Yang terjadi kemudian otak akan dibanjiri oleh kedua zat kimia ini yang menyebabkan korban berperilaku tidak terkendali. Cocain dan methaphetamine yang di Indonesia dikenal sebagai sabu-sabu memiliki efek yang sama, hanya saja efek dari flakka berlangsung lebih lama dan memiliki kemungkinan efek terhadap sistem syaraf menjadi permanen.

Selain efek seperti yang disebutkan di atas, efek lain dari flakka adalah melemahnya otot karena hyperthermia hingga kerusakan pada ginjal.

Dari efek samping di atas flakka mendapat julukan sebagai obat zombie, selain itu flakka juga mendapat julukan sebagai kerikil karena bentuknya yang mirip seperti kerikil yang biasa digunakan untuk menghias akuarium.

PCC (mumbul) bukan Flakka

Di Indonesia sendiri lebih dari 50 orang, yang sebagian besar adalah anak-anak sekolah, dilarikan ke rumah sakit setelah mengkonsumsi PCC (Paracetamol, Caffein & Carisoprodol) yang disinyalir adalah flakka karena perilaku korban yang mirip dengan perilaku mereka yang mengkonsumsi flakka, bahkan seorang diantaranya meninggal dunia. Tetapi menurut BNN obat ini berbeda dengan flakka bahkan PCC sebenarnya tidak termasuk narkotika tetapi biasa digunakan untuk penghilang rasa sakit dan digunakan untuk obat sakit jantung.

PCC tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan, tetapi harus dengan resep dokter. Meskipun sebenarnya tujuan obat ini adalah untuk menghilangkan rasa sakit, tetapi overdosis obat ini bisa menyebabkan kejang-kejang, mual, dan seluruh badan terasa sakit.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Kesehatan pada tanggal Sep 15, 2017
Tags : , ,