Google dan Facebook Memerangi Berita Palsu Melalui Jaringan Iklan




Google dan Facebook saat ini sedang gencar memerangi ‘fake news’ salah satunya adalah dengan memblokir akses mereka ke media-media iklan yang bisa digunakan untuk menyebarkan berita tersebut. Kebijakan Google yang sudah diperbarui menyatakan bahwa perusahaan akan memblokir situs yang memberitakan informasi-informasi yang tidak benar. Facebook juga memperbarui kebijakan mereka dengan memblokir situs-situs palsu dari Facebook Audience Network, media iklan pada Facebook.

Kedua perusahaan itu sendiri sudah memiliki kebijakan yang ketat mengenai penggunaan media iklan mereka. Misalnya Google Adsense tidak menerima iklan dari situs porno dan situs perjudian ilegal. Google menggunakan kombinasi algoritma dan moderasi oleh pengguna untuk menentukan apakah iklan situs tersebut layak tampil atau tidak.

Beberapa orang membuat hoax untuk mencari sensasi dan mencari penghasilan dari websitenya melalui iklan yang ditayangkan, baik itu CPM atau CPC (klik) termasuk dari penjualan domain itu sendiri. Karena alasan itu Facebook dan Google memblokir akses mereka dari media pengiklan mereka yaitu Google Adsense dan jaringannya, juga Facebook Audience Network sehingga pemilik situs yang menyebarkan informasi palsu itu tidak bisa mendapatkan penghasilan dari iklan Google yang ditayangkan.

Google sendiri telah menindak tegas sekitar 340 situs berita palsu pada bulan November dan Desember, dimana hampir 200 diantaranya diblokir dari penggunaan media iklan Google. Hal ini dilakukan setelah melakukan review terhadap kurang lebih 550 situs sejak kebijakan Google diperbarui. Perusahaan ini juga telah mematikan 1.7 milyar iklan yang melanggar ketentuan, termasuk 17 juta iklan perjudian ilegal, 5 juta iklan pinjam-meminjam uang (payday loan), dan 80 juta iklan yang menyesatkan dan tidak pantas.

Seperti yang diungkapkan di atas bahwa Google menggunakan kombinasi antara algoritma dan moderasi oleh pengguna untuk memerangi berita palsu dan kelayakan sebuah iklan, tetapi kendalanya adalah algoritma yang dimiliki masih belum sempurna dan tidak semua pengguna mengenali berita palsu, sehingga beberapa hasil sortir berita palsu menuai kritikan dari masyarakat.

Salah satu yang menuai kritikan adalah pada bulan Desember lalu, Google search engine secara tidak sengaja memasukkan sebuah berita palsu mengenai Obama ke dalam highlight sehingga membuat masyarakat terkejut.

Referensi :
Modus dan Motif Pembuat Berita HoaxTempo
Google Has Punished 340 Fake News Sites Since NovemberVaritey
Google and Facebook ban fake news sites from ther advertising networksTech Crunch


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Internet pada tanggal Jan 26, 2017
Tags : , ,


www.000webhost.com