Hyllus diardi, Indonesia


Hyllus diardi

Hyllus diardi adalah salah satu spesies laba-laba pelompat atau jumping spider yang memiliki ukuran besar hingga lebih dari 15mm (1,5cm). Spesies laba-laba ini umum ditemukan di Myanmar, China hingga pulau Jawa di Indonesia. Beberapa spesies juga ditemukan di Singapura. Salah satu yang saya temui adalah sepasang Hyllus diardi dimana ukuran pejantannya lebih besar daripada betinanya, yaitu sekitar 20mm (2cm).

Ciri khas Hyllus diardi

Hyllus diardi dewasa biasanya memiliki ukuran tubuh antara 15mm hingga 20mm. Spesies laba-laba pelompat ini tidak mengalami sexual dimorphism, sebuah kondisi dimana betina memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Pada kasus yang saya temukan pejantan memiliki ukuran sekitar 20mm sementara betinanya hanya memiliki ukuran sekitar 15mm.

Hyllus diardi berjalan dengan lambat akan tetapi memiliki lompatan yang sangat cepat dan mampu melompat hingga 4 kali panjang tubuhnya pada permukaan datar. Mereka melompat untuk menerkam mangsa atau untuk lari dari bahaya.

Hyllus diardi jantan

foto Hyllus diardi jantan

Hyllus diardi jantan memiliki penampilan yang berbeda dengan betinanya, biasanya tubuhnya memiliki warna emas atau perunggu (copper-gold). Spesies jantan mengalami proses yang bernama metalisisme, sebuah proses yang biasa terjadi pada serangga baik itu untuk menarik perhatian lawan jenis atau mengelabui predator maupun mangsa.

Hyllus diardi jantan biasanya lebih sering terlihat berburu di pepohonan, melompat antara daun-daun. Laba-laba ini biasanya akan berkeliling di satu tempat kemudian kembali ke tempat semula, bila hal ini terjadi biasanya di dekat laba-laba jantan diam dan berpatroli terdapat sarangnya.

Hyllus diardi betina

foto Hyllus diardi betina

Hyllus diardi betina memiliki penampilan yang sangat berbeda dengan pejantannya, bahkan tampak seperti spesies yang berbeda. Laba-laba betina memiliki warna yang lebih cerah, biasanya putih kekuningan, memiliki bulu yang lebih tebal dan sebuah ciri khas yang membuat laba-laba ini tampak menggemaskan yaitu alis yang tebal dan bulu mata yang panjang.

Mungkin penampilan alis tebal yang mulai trend belakangan ini terinspirasi dari Hyllus diardi betina.

Berburu makanan

Hyllus diardi biasanya akan berburu serangga lain bahkan yang ukurannya jauh lebih besar seperti misalnya belalang, termasuk spesies laba-laba pelompat lain yang ukurannya lebih kecil. Mereka berburu di pepohonan dengan mengendap dan melompat dari daun ke daun sebelum kemudian menerkam mangsanya. Perilaku berburu seperti ini dan penglihatannya yang tajam membuat laba-laba pelompat mendapat julukan kucing di dunia serangga.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Photoblog, Science pada tanggal Jul 16, 2016
Tags :