Intensitas Kecerahan Abu Vulkanik Menunjukkan Jenis Erupsi


Ketika terjadi erupsi gunung berapi, hal yang pasti dialami adalah adanya hujan abu. Material abu halus ini terbuat dari batuan, kaca vulkanik dan mineral yang bisa diterbangkan oleh angin hingga ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya. Pada beberapa kasus, abu vulkanik yang dihasilkan berwarna abu-abu gelap, sementara pada kasus lainnya berwarna abu-abu terang.

Perbedaan intensitas warna pada abu vulkanik ini dipengaruhi oleh jumlah kandungan silika yang dihasilkan ketika terjadi erupsi. Erupsi-erupsi dengan energi rendah dan non-eksplosif biasanya akan menghasilkan abu vulkanik berwarna gelap dengan kandungan silika antara 45% – 55%, sementara erupsi dengan energi tinggi dan eksplosif akan menghasilkan abu vulkanik berwarna lebih terang dengan kandungan silika hingga lebih dari 69%.

Di bawah ini adalah beberapa sampel abu vulkanik yang saya miliki.

Dalam tabung sebelah kiri, adalah abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung yang terjadi pada bulan Juli 2015. Aktifitas erupsinya berupa semburan material dan lava pijar dan menghasilkan abu vulkanik berwarna gelap.

Dalam tabung sebelah kanan, adalah abu vulkanik dari erupi Gunung Kelud yang terjadi pada bulan Februari 2014. Erupsi eksplosif yang terjadi tidak lebih dari dua hari itu dianggap lebih dahsyat daripada letusan yang terjadi pada tahun 1990. Abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi eksplosif ini berwarna terang.

perbedaan gelap terang abu vulkanik


Creative Commons License
Photos in this page by A17N Photography is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Science pada tanggal Jul 19, 2017
Tags : ,


www.000webhost.com