Kata Imbuhan Pseudo-


Pseudo adalah kata imbuhan yang memiliki makna tidak sebenarnya tetapi memiliki tampilan atau kesan seperti kata yang diawalinya, hampir seperti, mendekati, mencoba untuk menjadi seperti, berpura-pura, atau palsu. Penggunaan kata ini pertama kali tercatat sekitar tahun 1940-1945.


pseudo-banner

Awalan Pseudo- sendiri berasal dari kata Yunani, “pseudes”, yang artinya “berpura-pura atau palsu” yang digunakan untuk menyebut suatu hal yang tampak atau terkesan seperti sesuatu hal, tetapi sebenarnya adalah hal yang lain dan bisa memiliki konotasi sebagai tiruan, kebetulan, termasuk penipuan yang disengaja.

Kombinasi kata dengan pseudo- berarti “palsu”, “berpura-pura”, “tidak nyata” seperti misalnya pada kata pseudoclassic. Kata ini biasanya menggambarkan sebuah benda yang sebenarnya futuristik, tetapi dibuat sedemikian rupa supaya memiliki kesan klasik. Contoh penggunaan lain adalah pada kata pseudoscience, yaitu sebuah pengetahuan yang berisi pernyataan, kepercayaan atau praktik yang “di klaim” sebagai hal yang ilmiah dan faktual danpa adanya bukti yang bisa didapatkan menggunakan metode-metode ilmiah.

Karakter dari pseudosains biasanya adalah klaim yang bertentangan dengan bukti ilmiah, eksagerasi, mengandalkan confirmation bias yaitu metode konfirmasi dimana hal-hal yang digunakan untuk mengkonfirmasi hanya hal-hal yang mendukung pernyatan si pseudoscientist sementara bukti-bukti yang bertentangan ditolak. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang mengumpulkan informasi secara selektif, atau ketika mereka menjelaskan sesuatu dengan cara yang memihak atau hanya dari satu sudut pandang yang sesuai dengan apa yang mereka percaya saja.

Dalam biologi, istiah pseudo terkadang juga digunakan untuk menamai spesies yang secara tidak sengaja memiliki kesamaan dengan spesies makhluk hidup lain yang berbeda. misalnya Iris pseudoacorus. Spesies tanaman ini diberi nama pseudoacorus karena bentuk daunnya yang mirip dengan spesies tanaman Acorus clamus, yang membedakan hanya bentuk bunganya saja.

Contoh lain adalah Pseudoarchaeology seperti namanya ini adalah ilmu pengetahuan yang menginterpretasikan masa lalu di luar komunitas ilmiah arkeologi yang menolak data-data dan metode analisis dari disiplin ilmu tersebut. Interpretasi secara pseudoilmiah dalam pseudoarchaeology ini termasuk menggunakan artifak, situs atau material untuk menciptakan teori dan mendukung klaim para pseudoarkeologis. Metode-metode yang digunakan biasanya adalah eksagerasi bukti, kesimpulan yang didramatisasi, dan pemalsuan bukti. Salah satu dari pseudoarkeologi ini adalah munculnya ide bahwa kehidupan kuno manusia telah mendapat campur tangan dari makhluk dengan kecerdasan dari luar Bumi.

Memang bagi orang awam akan mudah percaya, tertarik dan terpancing oleh berbagai hal yang sifatnya pseudo-. Sebagian besar pembahasannya adalah hal-hal yang sangat menarik dan luar biasa karena efek eksagerasi. Dengan pengolahan kata yang tepat untuk memaparkan bukti-bukti yang “disesuaikan” dengan klaim akan membuat banyak orang awam percaya bahwa apa yang mereka baca atau pelajari adalah hal yang nyata dengan berbagai bukti yang mendukung pernyataan-pernyataan atau cerita di dalamnya.

Kalau anda adalah seorang yang tertarik dengan pseudosains, pseudoarkeologi dan cabang-cabang pseudo- lainnya, tentunya anda bisa berkontribusi untuk membuat pembahasan semakin seru dan menarik dengan menghadirkan atau memaparkan ide-ide baru, tetapi bukan untuk dipelajari secara serius dan diterima dalam kenyataan. Hanya just for fun saja dimana kita bisa bermain-main dengan pemikiran dan berbagai elemen dalam sains, sejarah, maupun elemen lain.

Setidaknya hal yang sifatnya pseudo- ini memiliki sisi positif. Membahas hal-hal yang bersifat pseudo- bisa menjadi bahan obrolan menyenangkan saat nongkrong bersama teman saat minum kopi, teh atau ngemil, daripada ngerumpi ngomongin orang lain di belakang mereka. Tetapi jangan lupa untuk memberi pemisah yang tegas antara fakta dan fiksi.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Komentar & Opini pada tanggal Aug 22, 2017
Tags :