Membuat Sendiri XML Sitemap Sederhana


Ketika kita menggunakan webmaster tools untuk menjalankan SEO kita, misalnya Google webmaster dan Bing webmaster, terkadang pada bagian tertentu ada notofikasi yang menganjurkan kita untuk mengiripkan sebuah sitemap yang nantinya akan membantu proses crawling dan indexing oleh mesin pencari. Ada beberapa layanan yang menyediakan fasilitas untuk membuat sitemap secara otomatis yaitu sitemap generator, tetapi pada pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai membuat XML sitemap sendiri.

Mengapa membuat sendiri ?
Sementara ada banyak fasilitas yang memungkinkan kita untuk membuat sitemap hanya dengan mengklik satu tombol saya menganjurkan untuk membuat sendiri karena sitemap generator akan mencari internal link di dalam website anda dan mengumpulkannya untuk disusun sebagai sebuah sitemap sehingga susunannya tidak beraturan, beberapa orang tidak mempermasalahkan hal ini, tetapi yang dipermasalahkan adalah ketika proses scanning internal link yang dilakukan oleh sitemap generator ini apakah hanya men-scan internal link saja atau ada “hal tersembunyi” yang tidak kita ketahui ?
Salah satu alasan menghindari penggunaan sitemap generator adalah faktor keamanan data.

Struktur XML Sitemap
Mirip seperti saat kita membuat sebuah halaman website menggunakan HTML, membuat XML sitemap juga memiliki struktur sendiri yang harus diikuti, hanya saja strukturnya lebih sederhana.
XML sitemap selalu diawali dengan tag urlset dengan sebelumnya kita menentukan versi XML yang akan kita gunakan dalam sitemap.

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<urlset
xmlns=”http://www.sitemaps.org/schemas/ sitemap/0.9″>
<url>
<loc>http://www.alamatwebsite.com</loc>
</url>
<url>
<loc>
http://www.alamatwebsite.com/subfolder/
</loc>
</url>
<url>
<loc>http://www.alamatwebsite.com/alamat-halaman.html</loc>
</url>
</urlset>

Alamat situs yang ingin didaftarkan dalam sebuah sitemap situlis di dalam tag <loc> yang menunjukkan lokasi link yang ingin di crawl oleh bot mesin pencari.
File sitemap disimpan dengan nama file bebas dengan ekstensi .xml , misalnya sitemap-saya.xml dan ditempatkan pada folder utama dalam fasilitas hosting (biasanya dalam folder public_html)
Untuk menambahkan alamat lain kita bisa menambah tag <url><loc>alamat halaman website</loc></url> di dalam tag <urlset></urlset>

Dalam contoh di atas kita bisa hanya menuliskan subfoldernya saja dimana nanti setelah bot crawler menuju ke link subfolder tersebut dia akan otomatis men-scan konten serta internal link yang ada dalam subfolder itu, tetapi direkomendasikan untuk juga menuliskan alamat halaman html yang terdapat dalam subfolder, terutama bila dalam subfolder tersebut terdapat banyak halaman HTML untuk mempercepat proses crawling.
Ada tambahan tag untuk image, video dan berita, akan tetapi sifatnya opsional saja, tag-tag ini biasanya digunakan supaya mesin pencari bisa lebih mudah menemukan gambar atau video yang kita bagikan pada halaman website kita. Sederhananya sebuah file sitemap dengan format XML hanya memerlukan kode di atas.

Mengapa mengirimkan sitemap ?
Perlukan kita mengirimkan sitemap kepada mesin pencari ? sebenarnya tanpa mengirimkan sitemap pun website kita bisa terindex oleh mesin pencari hanya saja bila kita mengirimkan sitemap bisa membuat proses indexing sedikit lebih cepat karena bot crawler tidak perlu lagi mencari-cari link yang ada di dalam halaman website kita. Karena itulah membuat dan mengirimkan sitemap sangat direkomendasikan bagi mereka yang menjalankan SEO pada website atau blognya.

Apa saja yang perlu dituliskan ke dalam sebuah sitemap ?
Sebenarnya bila kita ingin semua halaman website kita lebih cepat terindex, lebih baik bila kita menuliskan “semua” halaman website kita ke dalam sebuah sitemap, tetapi beberapa orang biasanya hanya menuliskan halaman utama, subfolder, dan beberapa halaman HTML yang dianggap mengandung informasi penting yang ingin segera ditampilkan pada hasil pencarian dalam mesin pencari.

Seberapa sering kita mengupdate sebuah sitemap ?
Ada baiknya kita mengupdate sitemap kita setiap kali kita menambahkan sebuah halaman baru atau menghapus sebuah halaman website meskipun beberapa orang memilih untuk mengupdate sitemap dalam interval tertentu bila situsnya adalah situs yang selalu update.

berapa batasan jumlah link yang terdapat dalam sebuah sitemap ?
Saat ini kita “hanya” boleh menginputkan hingga 50.000 link kedalam sebuah sitemap dan ukuran sebuah file sitemap tidak boleh lebih dari 50Mb (uncompressed).


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori SEO pada tanggal Sep 25, 2015
Tags : , ,