SEO: Meta Tag Atau Structured Data Markup ?


Dulu ketika kita membuat sebuah website banyak opini yang mengatakan bahwa meta tag sangat penting bagi performa sebuah website pada mesin pencari, sehingga banyak orang yang menjalankan SEO dan terlalu banyak meluangkan waktu untuk meng-otak-atik meta tag. Di sini saya akan menjelaskan mengenai penggunaan meta tag yang diperlukan dan tidak diperlukan dalam SEO.

Biasanya ketika seseorang membuat sebuah halaman website, misalkan saja untuk bisnisnya atau website pribadi, dan ingin supaya websitenya mudah ditemukan oleh mesin pencari dua meta tag yang paling sering digunakan adalah Meta Keyword dan Meta Description.

Dengan anggapan bahwa seseorang mencari sebuah konten pada mesin pencari menggunakan keyword maka banyak yang beranggapan bahwa meta keyword adalah sebuah elemen penting dalam SEO, tetapi ternyata tidak.

Penulisan tag meta keyword dan meta description :

<meta name=”keyword” content=”keyword1, keyword2, keyword3″>
<meta name=”description” content=”deskripsi isi halaman website”>

Lupakan Meta Keyword, Fokus Pada Meta Description
Jangan meluangkan terlalu banyak waktu untuk memikirkan mengenai apa saja yang akan saya inputkan ke dalam meta keyword dan sebisa mungkin tidak perlu membuang waktu untuk membuat meta keyword, karena ternyata meta keyword ini tidak dibaca oleh mesin pencari, akan tetapi mesin pencari akan menelusuri meta description untuk menemukan keyword yang diinputkan oleh pengguna ke dalam mesin pencari.
Hal ini dilakukan untuk menghindari keyword spamming dan lebih fokus pada deskripsi yang berisi mengenai penjelasan secara singkat apa saja yang kita bahas dalam sebuah artikel.

Mesin pencari menggunakan meta description untuk ditampilkan pada snippet
Ketika kita menggunakan mesin pencari (misalnya Google) untuk menemukan sebuah artikel tertentu, jasil pencarian tidak hanya menampilkan Judul website yang membahas hal tersebut saja, tetapi juga sedikit isi pada artikel di dalam halaman website tersebut yang mengandung keyword yang kita inputkan.
Bila kita menggunakan meta description, maka yang akan ditampilkan di bawah judul adalah apa yang kita tulis dalam meta description, akan tetapi bila kita tidak menuliskan meta description maka mesin pencari akan menelusuri isi artikel dan menjadi bagian-bagian dari kalimat yang mengandung keyword yang diinputkan pada mesin pencari.
Karena itulah saat ini penggunaan meta description tidak begitu diperlukan dan sifatnya opsional, tanpa meta description dan meta keyword pun mesin pencari bisa menelusuri teks yang tertulis pada halaman website kita dan mencari keyword yang relevan.

Penggunaan Meta Tag seperti yang dijelaskan oleh Google Webmaster Central bisa dibaca di sini (dengan video):
Google Webmaster Central – Meta tags that google understands

Structured Data Markup sebagai pengganti Meta Tag
Beberapa waktu yang lalu google memperkenalkan Structured Data Markup sebagai pengganti meta tag, dengan adanya SDM ini deskripsi mengenai isi website kita bisa lebih spesifik apakah itu berupa artikel, berita, produk, event dan lain sebagainya dan bisa menampilkan lebih banyak informasi pada hasil pencarian daripada meta tag. Penggunaan Structured Data Markup ini lebih fleksibel dan pemilik website bisa memilih sesuai selera akan mengaplikasikan menggunakan Microdata (html tag biasa) hingga menggunakan script LD-JSON.

Tampilan snippet yang menarik dan informatif akan menarik lebih banyak pengunjung terutama bila deskripsi yang tertulis pada snippet itu sesuai dengan apa yang ingin dia temukan, oleh karena itu usahakan untuk selalu menambahkan Structured Data Markup atau Meta Description tag pada setiap halaman website yang kita miliki.

Mengenai Structured Data Markup bisa dibaca di sini :
Google Developers – Structured Data


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori SEO pada tanggal Sep 28, 2015
Tags : , ,


www.000webhost.com