Nephila Pilipes, Si Pemintal Jaring Emas


Golden Silk Orb Weaver adalah jenis laba-laba unik yang memproduksi jaring berwarna emas. Laba-laba ini dikelompokkan dalam genus Nephila dan memiliki ukuran yang besar, meskipun bukan merupakan jenis laba-laba terbesar tetapi jenis laba-laba ini memiliki jaring yang terkuat diantara jenis laba-laba lainnya yang membangun sarang menggunakan jaring.

Salah satu laba-laba yang saya temui, menurut identifikasinya, adalah spesies Nephila pilipes yang merupakan jenis laba-laba terbesar dari genus Nephila. Laba-laba jenis ini bisa tumbuh hingga memiliki panjang total 20cm sementara laba-laba yang saya temui hanya sepanjang sekitar 10cm hingga 12cm. Nephila pilipes sendiri masih terbagi dalam beberapa sub-spesies yang tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Australia termasuk Indonesia.

Salah satu keunikan hewan ini adalah jaringnya yang begitu kuat dan berwarna emas berkilau, kekuatan jaring dan warnanya yang menarik membuat beberapa orang berupaya untuk menggunakannya sebagai bahan untuk membuat pakaian. Kekuatan dari jaring ini terletak pada strukturnya dimana satu helai jaring terdiri dari beberapa helai benang sutera emas. Di bawah ini adalah struktur dari jaring emas yang diproduksi oleh hewan ini yang sempat saya dapatkan dari sisa-sisa sarangnya.

Nephila pilipes memiliki perbedaan bentuk dan ukuran antara jantan dan betina dimana biasanya ukuran Nephila jantan hanya 1/3 hingga 1/2 dari ukuran betinanya dan perilaku reproduksi yang unik dimana Nephila jantan akan meninggalkan alat reproduksinya yang berfungsi sebagai “tutup” pada alat reproduksi betina untuk memastikan bahwa si betina tidak bisa lagi dikawini oleh pejantan lain, setelah “steril” laba-laba jantan akan tinggal dekat dengan laba-laba betina untuk mengusir laba-laba jantan lainnya. Pada gambar di bawah ini kita bisa melihat perbedaan ukuran antara Nephila jantan dan Nephila betina pada spesies Nephila pilipes yang saya temui.

Perbedaan ukuran antara Nephila pilipes betina dan Nephila pilipes jantan di latar belakang sebelah kiri bawah

Salah satu perilaku yang bisa kita perhatikan dari Nephila pilipes ini adalah mereka selalu memperbarui sarang mereka setiap satu atau dua hari sekali, atau pada kondisi tertentu yang membuat jaring mereka rusak atau kehilangan sifat lengketnya, misalnya setelah ada serangga lain terjebak pada jaring maupun ketika jaring basah karena hujan.

Pada foto di bawah ini laba-laba penenun jaring emas sedang memakan jaringnya sendiri setelah dibasahi oleh hujan, hal ini terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam setelah sebelumnya sarangnya rusak karena angin kencang dan gerakan daun yang begitu kuat merusak sebagian besar sarangnya sehingga dia harus membangun kembali sarangnya pada malam hari. Titik-titik air hujan yang menempel pada jaring mengurangi bahkan menghilangkan sifat lengket pada jaring sehingga tidak efektif untuk menjebak mangsa. Dengan memakan jaringnya sendiri laba-laba ini bisa mendapatkan asupan energi ekstra untuk memproduksi kembali jaring emasnya dan membangun kembali sarangnya.

Nephila pilipes mengkonsumsi sarangnya dengan memintal jaring sutera menjadi “bola emas”.

Meskipun bentuk dan ukurannya membuat hewan ini tampak menakutkan, tetapi keberadaannya tidak merugikan dan tidak membahayakan bagi manusia karena laba-laba pemintal jaring emas hanya akan membuat sarangnya di pepohonan atau di semak-semak. Keberadaan hewan ini juga membantu mengurangi hama pada tanaman termasuk tawon buah yang bisa menyebabkan pembusukan pada buah-buahan hingga belalang.

Dengan pernyataan tidak berbahaya bukan berarti laba-laba ini tidak beracun, racun laba-laba ini mengandung neurotoxin sama seperti racun yang dimiliki oleh Black Widow tetapi jauh lebih lemah. Racun laba-laba ini akan memicu rasa sakit di area gigitan yang biasanya akan hilang dalam rentang waktu 24 jam. Pada beberapa orang racun laba-laba ini juga akan menimbulkan gejala alergi termasuk gangguan pernafasan terutama bagi mereka yang menderita gangguan pernafasan atau asthma juga kram otot. Bila gigitan terjadi pada lapisan kulit yang keras, misalnya pada jari, biasanya akan meninggalkan bekas.

Nephila pilipes betina berdiam diri pada sisi atas yang merupakan pusat dari formasi sarangnya (hub).

Salah satu ciri khas dari Nephila pilipes adalah bentuk sarangnya yang besar dan tidak simetris. Pada laba-laba yang saya temui sarangnya memiliki ukuran sekitar 0,75m x 1m dengan posisi “hub” atau pusat jaring berada di atas. Biasanya laba-laba betina akan berdiam di bagian ini. Laba-laba betina yang berukuran lebih besar lebih aktif daripada laba-laba jantan, kita akan melihat laba-laba jantan lebih banyak berdiam diri sementara laba-laba betina tampak lebih aktif memberbarui sarangnya setiap hari dan sesekali memeriksa kondisi sarangnya di saat-saat tertentu.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Photoblog pada tanggal Mar 31, 2016
Tags : ,


www.000webhost.com