Pemblokiran Situs Oleh Pemerintah Dan Cara Mengatasinya


Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyediakan akses internet yang aman dari berbagai konten negatif dan merugikan adalah dengan melakukan pemblokiran terhadap situs-situs tersebut, terutama situs-situs yang mengandung unsur pornografi dan perjudian. Mungkin secara sepintas kita melihat upaya ini berjalan dengan baik karena ketika kita mencoba membuka sitis-situs tersebut, kita akn diarahkan pada sebuah halaman yang berisikan peringatan atau himbauan, tetapi bagi mereka yang terbiasa menggunakan internet pemblokiran ini tidak ada pengaruhnya.
Berikut adalah pembahasan mengenai pemblokiran situs tertentu oleh pemerintah dan bagaimana cara membuka situs yang diblokir tersebut.

Situs-situs yang diblokir pemerintah

Seperti yang dijelaskan di atas, situs-situs yang diblokir oleh pemerintah adalah situs yang mentandung unsur pornografi dan perjudian, tidak hanya itu saja, situs-situs yang mengandung unsur SARA, paham radikal termasuk juga situs broker (forex, options maupun saham) luar negri juga diblokir dan yang terbaru adalah pemblokiran situs-situs yang menyediakan konten download film dan musik gratis.

Pemblokiran situs-situs ini membantu pemerintah untuk mengendalikan peredaran informasi yang tidak diinginkan serta meringankan beban orang tua yang sebelumnya diharuskan untuk selalu memantau aktifitas si anak ketika terhubung dengan dunia maya. Pemblokiran situs-situs broker, misalnya forex, juga merupakan upaya untuk membantu mengembangkan bisnis ini di dalam negri karena saat ini semakin bermunculan broker-broker market trading di Indonesia.

Efektifkah upaya pemerintah ini ?

Ternyata upaya pemblokiran ini masih sangat tidak efektif karena ada berbagai macam cara untuk membuka kembali situs yang diblokir oleh pemerintah dan hal ini bisa dilakukan oleh pemilik website itu sendiri maupun oleh pengguna internet yang ingin membuka situs yang bersangkutan baik itu secara gratis maupun berbayar. Beberapa pihak menyediakan fasilitas yang bisa membuat pengguna bebas berinternet dengan biaya tertentu, biasanya berdasarkan kuota atau bandwidth.

Pertentangan terhadap aksi blokir pemerintah

Upaya pemerintah dalam mengendalikan arus informasi di dunia maya dengan teknik pemblokiran ini tidak hanya dilakukan di Indonesia saja tetapi juga hampir di seluruh dunia. Menanggapi hal ini banyak pengguna internet yang merasa bahwa kebebasannya dalam menggunakan fasilitas ini “direnggut” oleh pemerintah sehingga muncul istilah “internet freedom” yaitu sebuah aksi yang mengekspresikan dan mempraktikkan penggunaan internet yang bebas tanpa batas yang memicu tumbuhnya berbagai instansi yang menyediakan layanan tertentu untuk bisa berinternet dengan sebebas-bebasnya mulai dari menyediakan layanan proxy hingga VPN dengan harga tertentu. Beberapa diantaranya bisa didapatkan secara gratis dengan batasan tertentu.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuka situs-situs yang diblokir.

Penyedia layanan unblock website

Bila kita menggunakan mesin pencari dan memasukkan kata kunci “unblock websites” kita akan menemukan banyak sekali website penyedia layanan untuk membuka situs yang diblokir secara gratis. Situs ini biasanya menggunakan iklan atau donasi sebagai sumber penghasilan. Sayangnya tidak semua situs penyedia layanan unblock seperti ini mendukung konten multimedia misalnya video dan audio streaming kecuali mereka menyediakan layanan khusus untuk menikmati konten multimedia. Karena layanan ini menggunakan IP asing dan transfer data yang bisa di enskripsi, maka privasi kita bisa terjaga karena koneksi menuju situs tujuan akan terbaca sebagai IP dari pengunjung lain (biasanya dari negara yang berbeda).

Menggunakan Virtual Private Network (VPN)

VPN adalah sebuah layanan yang mensimulasikan sebuah jaringan internal (Wide Area Network) dalam cakupan yang lebih luas (internet) dimana aktifitas browsing ketika kita memasukkan alamat website pada addressbar browser dilakukan oleh komputer lain dalam jaringan virtual ini yang kemudian akan diteruskan kepada kita sehingga meskipun kita membuka situs yang diblokir oleh pemerintah kita akan tetap bisa membukanya karena transfer data yang diteruskan oleh ISP bukan dari web server tempat situs itu diakses tetapi dari komputer lain yang tentunya memiliki alamat dan IP yang berbeda dengan data yang disimpan oleh ISP untuk diblokir, sehingga koneksi kita ke website tersebut tidak terblokir.

Karena penggunaan layanan ini membutuhkan biaya maka biasanya ada perbedaan yang cukup signifikan antara layanan gratis dan berbayar dimana pada layanan gratis akan ada beberapa batasan diantaranya kecepatan transfer data, tidak bisa menggunakan fasilitas torrent hingga pilihan IP yang terbatas (misalnya hanya bisa memilih 2 diantara 10 IP yang disediakan) sementara pada layanan berbayar kita bisa menikmati kebebasan sepenuhnya tanpa batasan. VPN biasanya hanya menyediakan sekitar 10 IP atau lebih yang bisa digunakan untuk menjaga privasi saat kita browsing.

Menggunakan proxy server

Menggunakan proxy server berarti transfer data yang terjadi saat kita browsing akan dilewatkan melalui sebuah server sebelum sampai pada kita. Hampir sama seperti menggunakan VPN privasi akan terjaga karena kita akan terdeteksi sebagai pengguna di lokasi server berada. Hanya saja untuk menggunakan proxy server ini kita harus melakukan setting manual dan mencari proxy server yang sedang “bebas” dan bisa digunakan. Banyak website yang menyediakan daftar IP proxy server yang bisa kita gunakan.

Bila menggunakan VPN kita hanya bisa menggunakan IP yang disediakan oleh penyedia layanan, untuk menggunakan proxy server ini kita bisa bebas memilih salah satu dari jutaan proxy yang tersedia di seluruh dunia termasuk Indonesia.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Internet pada tanggal Nov 30, 2015
Tags :


www.000webhost.com