Penampakan Tasmanian Tiger Yang Dianggap Punah


Beberapa media internasional akhir-akhir ini menyoroti tentang penampakan atau kemunculan sesosok hewan yang sebelumnya sudah dianggap punah oleh para ilmuwan. Hewan yang dikenal dengan sebutan Tasmanian Tiger ini, menurut saksi mata, muncul di beberapa tempat di Australia dan berbagai laporan mengenai penampakannya mulai tersebar di kalangan penduduk Australia.


thylacine atau tasmanian tiger

Beberapa ekor thylacine di Kebun Binatang Beaumaris, Hobart, 1910
© Public domain

Thylacine (Thylacinus cynocephalus) atau Tasmanian Tiger adalah hewan nokturnal (aktif pada malam hari) yang memiliki postur tubuh mirip serigala, dengan bagian belakang tubuh memiliki corak loreng seperti harimau, karena itulah terkadang hewan ini juga disebut dengan nama Tasmanian Wolf atau Tasmanian Tiger. Hewan ini adalah hewan khas di daerah Australia, Tasmania dan Papua Nugini (New Guinea). Sebagai hewan marsupial, Thylacine juga memiliki kantung seperti kanguru.

Thylacine, yang menurut catatan fosil telah ada di muka bumi sejak kurang lebih 4 juta tahun yang lalu, dipercaya telah punah pada awal abad ke 20, dan ditetapkan sebagai hewan punah pada tahun 1936. Hewan ini adalah Apex Predator atau predator teratas dalam rantai makanan yang dipercaya punah karena kehadiran manusia pada habitatnya, penyakit, dan perburuan berlebihan. Perburuan dilakukan karena hewan ini memangsa domba-domba ternak milik penduduk.

Penampakan Tasmanian Tiger

Laporan-laporan penampakan hewan ini sebenarnya sudah lama terjadi, tetapi setelah didalami ternyata hanya kasus mis-identifikasi saja sehingga tidak ada tindak lanjut mengenai laporan tersebut. Saat ini, kondisi tersebut mulai berubah, beberapa laporan yang lebih akurat mulai menunjukkan tanda mengenai keberadaan hewan ini.

Beberapa ilmuwan di Queensland, Australia mulai mengambil langkah menyikapi laporan-laporan ini. Menemukan hewan tersebut dalam kondisi hidup adalah hal yang monumental mengingat sejarah hewan ini yang telah dinyatakan punah pada awal abad ke 20. Hal yang pertama dilakukan adalah dengan memasang kamera-kamera dengan detektor gerakan di tempat-tempat yang sesuai dengan laporan kemunculan hewan ini.

Banyak pihak yang berharap bahwa upaya para ilmuwan akan membuahkan hasil dan ditindaklanjuti dengan melindungi dan melestarikan keberadaan hewan ini.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Science pada tanggal Apr 03, 2017
Tags :


www.000webhost.com