Penciptaan, Kehadiran Dan Migrasi Suku Hopi


Suku Hopi adalah salah satu suku penduduk asli benua Amerika. Kisah penciptaan dan awal mula peradaban suku Hopi melibatkan kehancuran dan penciptaan kembali dunia satu dan lainnya. Suku Hopi percaya bahwa saat ini kita sedang hidup dalam dunia keempat setelah dunia-dunia sebelumnya dihancurkan oleh sang Pencipta.

Menurut tradisi suku Hopi, Taiowa, sang Pencipta, dahulunya hidup sendiri dalam kehampaan tanpa batas. Dia kemudian berencana untuk menciptakan kehidupan dalam kehampaan itu dan menciptakan Sotuknang, yang dia sebut sebagai keponakan, untuk menjalankan rencananya.

Mengikuti petunjuk Taiowa, Sotuknang menciptakan alam semesta, Bumi, tanah, dan air. Kemudian dia menciptakan penolongnya sendiri, Kokyangwuti (Wanita laba-laba) yang kemudian menciptakan si kembar Pyuykonhoya dan Palunhoya untuk membantu mengatur dunia.

Dunia pertama adalah Tokpela (Endless Space). Wanita laba-laba menciptakan semua makhluk hidup – Pepohonan, tanaman-tanaman, hewan dan burung-burung. Dengan menggunakan tanah berwarna kuning, merah, putih dan hitam, yang dicampur dengan air liurnya, dia menciptakan manusia serupa dengan Sotuknang.

Pada mulanya manusia dan hewan hidup damai dan bahagia. Tetapi beberapa waktu kemudian, sebagian dari manusia dan hewan itu menjadi liar dan saling berperang. Sotuknang mengirim beberapa orang yang masih hidup di bawah aturan Sang Pencipta menuju tempat yang aman bersama Ant People ( Manusia atau orang-orang semut ). Sang Pencipta meminta mereka untuk mengamati dan hidup seperti para Ant People yang mematuhi rencana penciptaan kemudian menghancurkan dunia pertama dengan api.

Pada dunia kedua yang diberi nama Tokpa ( Dark Midnight ), hal serupa terjadi. Kembali, Sotuknang mengirimkan beberapa orang terpilih untuk tinggal bersama Ant People dan menghancurkan dunia kedua dengan membuatnya berputar tidak terkendali.

Dunia ketiga yang diciptakan oleh Sotuknang adalah Kuskurza (kata ini tidak memiliki terjemahan). Sekali lagi ketamakan, kecemburuan, dan kejahatan kembali merusak keharmonisan dunia. Dunia ini menjadi begitu kacau sehingga Sotuknang kembali menghancurkannya, kali ini menggunakan air bah (banjir besar). Wanita laba-laba menyelamatkan orang-orang yang terpilih dengan menutupi mereka di dalam tanaman berongga yang terapung di permukaan air.

Kisah di atas sedikit mengingatkan saya pada kisah nabi Nuh yang tertulis dalam kitab suci agama Abrahamik ( Yahudi, Kristen dan Islam ).

Orang-orang ini terapung dalam waktu yang lama di dalam perahu yang terbuat dari tanaman berongga. Kemudian sebuah daratan muncul dan mereka pun berada pada dunia keempat, Tuwaqachi (World Complete), dunia yang hingga saat ini ditinggali. Masau’u, dewa api dan kematian, menyambut mereka dan mengijinkan mereka untuk tinggal di dunia ini. Dia menjelaskan bahwa hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mencari tempat untuk menetap. Semua kisah ini tertulis secara simbolik dalam 4 tablet suci yang diberikan kepada orang-orang ini oleh Masau’u.

Setiap kelompok harus melakukan migrasi ke 4 arah, menuju ke tempat terjauh pada masing-masing arah hingga sampai pada tempat dimana daratan bertemu dengan lautan, kemudian kembali ke Tuwanasavi (pusat alam semesta). Semua jalur mereka membentuk swastika raksasa.

Kelompok yang mengarah ke utara mencapai Lingkar Arktik. Kelompok yang mengarah ke selatan mencapai ujung Amerika Selatan. Mereka yang menuju ke timur dan barat juga menemui lautan. Dalam migrasinya, beberapa kelompok kecil lupa mengenai tujuan mereka dan menetap di suatu tempat tanpa kembali ke Tuwanasavi. Akhirnya setelah beberapa abad bermigrasi, orang-orang ini kembali ke Three Mesas di tempat yang saat ini dikenal sebagai negara Hopi. Petroglyph dan Pictograph ditemukan di hampir seluruh bagian Amerika sebagai dokumentasi perjalanan suku Hopi.

Sumber : Native American Mythology A to Z – second edition – Patricia Ann Lynch and Jeremy Roberts – halaman 71-72 : Hopi Emergence And Migration


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Dunia pada tanggal Dec 31, 2016
Tags : ,


www.000webhost.com