Pertahanan Udara Paling Ditakuti Milik Russia : S-400


Beberapa waktu lalu menyusul insiden dijatuhkannya pesawat tempur Russia oleh jet tempur F-16 milik Turki membuat Russia menempatkan beberapa pertahanan udara tercanggihnya di beberapa titik di perbatasan Suriah dan Turki. Sebuah sistem pertahanan anti udara berjenis SAM (Surface to Air Missile) yang menggunakan unit terpisah untuk radar dan peluncurnya ini bisa dikategorikan sebagai salah satu alat pertahanan udara tercanggih yang pernah digunakan dalam perang.

Spesifikasi dan kinerja dari S-400 ini adalah sebagai berikut:

foto sistem radar SAM S-400 milik Russia

Foto dari: http://www.armyrecognition.com

Sistem radar yang dimiliki oleh S-400 mampu mendeteksi dan mengunci hingga 100 sasaran dari jarak radius 600 Km, dimana saat itu operator dalam command control akan memilih target yang akan dihancurkan. Jarak tembak efektif dari S-400 adalah sekitar radius 400 Km sehingga roket memiliki cukup waktu untuk mengejar target, roket ini mampu menjatuhkan sebuah objek sebesar bola sepak yang bergerak dengan kecepatan supersonik, karena itulah sistem pertahanan udara ini tidak hanya bisa melindungi sebuah wilayah dari mesawat musuh tetapi juga dari rudal balistik jarak jauh, misalnya cruise missile.

Untuk target berupa rudal balistik radar akan mampu pengunci sasaran pada jarak sekitar 280 km, sementara untuk pesawat yang dilengkapi dengan RCS system, sistem radar ini akan mengunci sasaran pada jarak sekitar 400 km. Radar ini juga mampu mendeteksi dan mengunci sasaran pesawat dengan teknologi stealth.

Ketika diluncurkan roket akan dilontarkan menggunakan tekanan gas hingga ketinggian 30 meter sebelum sistem pendorong roket mulai berfungsi dan roket akan terbang dengan kecepatan hingga 17000 km/jam. Sistem pertahanan anti udara ini juga memiliki mobilitas tinggi dan hanya memerlukan sekitar 5 menit untuk mempersiapkan seluruh sistemnya hingga beroperasi penuh. Dengan kecepatan dan jarak kuncian radar temasuk juga jarak tembak dengan radius yang begitu luas membuat sistem pertahanan udara ini menjadi salah satu yang paling ditakuti di dunia.

Pengembangan dari S-400 ini dimulai pada akhir 1990-an dan secara resmi diumumkan oleh angkatan udara Russia pada bulan Januari 1999. Uji coba dilakukan pada tanggal 12 Februari 1999 dan dilaporkan berhasil akan tetapi pada tahun 2003 sistemnya dinyatakan tidak siap dan akan menjalani penyempurnaan. Proyek ini kemudian diselesaikan pada bulan Februari 2004 dan pada bulan april berhasil melalui tahap uji coba dengan rudal balistik sebagai targetnya. S-400 secara resmi mulai beroperasi pada tahun 2007.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Teknologi pada tanggal Dec 01, 2015
Tags : ,


www.000webhost.com