Registrasi Ulang Kartu Seluler Prabayar Tidak Efektif Dan Beresiko


Ada dua hal yang perlu disoroti mengenai proses registrasi ulang yang nomor kartu pra bayar, yaitu prosesnya yang masih manual sehingga membutuhkan waktu lama untuk tervalidasi dan resiko penyalahgunaan data yang tinggi.

1. Proses pencocokan data masih manual

Ketika saya melakukan registrasi ulang nomor kartu saya, muncul balasan sebagai berikut :

Registrasi ulang dengan surat pernyataan sudah berhasil.
Secara berkala anda diwajibkan untuk registrasi ulang s/d data anda tervalidasi.

Kalimat di atas mengindikasikan bahwa proses pencocokan data registrasi dilakukan secara manual. Dengan sekian banyak data yang masuk maka ada kemungkinan akan ada data yang terlewatkan oleh petugas yang mencocokkan sehingga diperlukan registrasi ulang secara berkala. Bila proses dilakukan secara otomatis oleh mesin, seharusnya ketika data masuk secara otomatis mencari data dalam data base Kependudukan yang sesuai dengan data yang dimasukkan dan langsung tervalidasi.

Proses aktivasi juga disebut memerlukan waktu 1×24 jam. Jadi bila anda adalah pelanggan yang membeli kartu baru, maka kartu tidak bisa langsung digunakan setelah aktifasi. Hal ini membuat pelanggan tidak bisa menikmati layanan komunikasi dan informasi secara cepat dan efektif.

Di jaman yang begitu modern ini mengapa masih melakukan berbagai hal, terutama yang berhubungan dengan TI (Teknologi & Informasi), secara manual ?

2. Data rawan penyalahgunaan

Seperti yang saya kutip dari situs Ditjen Dukcapil Kemendagri :

“Operator kami beri password untuk bisa mengakses dan mencocokkan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per hari”,

Dengan kondisi di atas maka pihak operator bisa mencocokkan data registrasi dan registrasi ulang yang diinputkan secara manual. Dengan akses data kependudukan ini maka akan ada kesempatan bagi oknum tertentu untuk memanfaatkan fasilitas ini, terutama mereka yang membutuhkan data untuk marketing. Pasar gelap jual-beli data adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum ini, dimana data orang-orang yang bertempat tinggal di tempat-tempat elit dikumpulkan beserta nomor HP yang sudah dicocokkan, sehingga data yang valid ini bisa dijual dengan harga yang tinggi di kalangan marketer.

Saya pribadi pernah bekera di bagian telemarketing dimana saya menghubungi seseorang untuk menawarkan produk saya melalui telepon, dan tentunya saya akan sangat memerlukan data nomor telpon yang valid. Kondisi ini membuat pasar data menjadi salah satu peluang bisnis, meskipun dalam pelaksanaannya terjadi pelanggaran privasi.

Dengan kondisi ini, saya merasa bahwa privasi dan keamanan data pribadi saya terancam dengan proses atau prosedur registrasi dan registrasi ulang seperti ini.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Publik pada tanggal Oct 31, 2017
Tags : , , , ,