Semut Penenun Punya Penglihatan Yang Cukup Baik


Oecophylla smaragdina atau semut penenun (weaver ant) adalah nama umum untuk menyebut spesies semut yang membangun sarang di pohon dengan memanfaatkan sutera yang diproduksi oleh larvanya untuk merekatkan dedaunan. Di Indonesia sendiri ada banyak sebutan bagi semut ini, secara sederhana disebut dengan semut merah. Beberapa daerah menyebutnya sebagai rangrang atau angkrang.

Larva semut ini mampu memproduksi sutera dengan perekat untuk merekatkan beberapa bagian daun yang kemudian dijadikan sarangnya. Dari sinilah spesies semut ini mendapatkan namanya sebagai semut penenun. Di beberapa tempat spesies semut ini dibudidayakan sebagai makanan penuh protein bagi burung pemakan serangga yang di Indonesia biasanya dikenal dengan sebutan kroto atau troto.

foto semut penenun dan sarangnya

Gambar di atas adalah foto dari sarang semut penenun, tampak pada foto salah satu semut berjaga dengan membuka rahangnya. Rupanya semut ini menganggap lensa kamera saya sebagai ancaman.

Ya, beberapa semut pekerja akan berperan sebagai penjaga untuk menjaga koloninya dari ancaman serangga atau hewan lain. Semut-semut yang berjaga ini biasanya akan penampilkan perilaku yang agresif seperti membuka rahang atau menegakkan badan dengan bertumpu pada empat kaki belakang.

Di bawah ini adalah foto yang saya dapatkan dari salah satu semut pekerja yang bertugas menjaga koloninya yang sedang berpindah dari satu sarang ke sarang yang lainnya.

foto semut penenun yang bertugas sebagai penjaga

Biasanya semut ini akan menegakkan badan supaya bisa melihat sekeliling dengan lebih jelas. Beberapa spesies semut memiliki penglihatan yang buruk, sebagian besar hanya bisa melihat sejauh kurang lebih 1 atau 1.5 cm saja, bahkan beberapa spesies semut tidak memiliki penglihatan sama sekali, tetapi semut penenun memiliki penglihatan yang lebih baik daripada semut lainnya.

Semut ini mampu mendeteksi gerakan hingga jarak kurang lebih 1 meter. Dari proporsi antara mata dan kepala, spesies semut ini memiliki ukuran mata relatif lebih besar daripada spesies semut lainnya. Pada gambar di bawah ini, salah satu semut yang bertugas menjaga menganggap lensa kamera yang saya gunakan sebagai ancaman sehingga mengikuti arah gerak lensa dan siap menyerang. Foto di bawah ini saya ambil menggunakan lensa tele 70-300mm dengan macro 1:2 dari jarak sekitar 1 meter.

semut penenun siap menyerang

Bila anda melihat semut penenun yang sedang bermigrasi dan ada beberapa semut yang menjaga, coba dekatkan jari anda pada jarak 1 meter dan gerakkan. Semut-semut yang menjaga akan mengikuti gerakan jari anda secara agresif sambil mendekat perlahan untuk menyerang.

Bila anda mempunyai spesies semut ini di taman, jangan langsung dimusnahkan. Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari keberadaan spesies semut penenun ini.

Bagi pemilik kebun buah, biasanya mereka akan menghubungkan tanaman satu dengan lainnya dengan seutas tali supaya spesies semut ini bisa menyebar di pohon-pohon lainnya. Keberadaan semut ini membantu mengusir dan mengurangi populasi hama yang merugikan bagi buah sehingga kualitas buah yang dihasilkan bisa tetap terjaga.

Sementara bagi anda yang hobi memelihara burung terutama pemakan serangga, dengan adanya spesies semut ini anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli makanan bagi piaraan anda. Ya, selain memelihara burung anda juga harus merawat spesies semut ini.


Creative Commons License
Photos in this page by A17N Photography is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Photoblog pada tanggal Jul 14, 2017
Tags : , ,