Senjata Militer Masa Depan


Saat kita menonton film fiksi ilmiah terutama yang bergenre action, sering kita temui berbagai macam senjata yang unik dan futuristik, tetapi perlu diketahui bahwa beberapa dari senjata dan teknologi yang diperkenalkan dalam film-film tersebut ternyata berasal dari konsep nyata, beberapa sudah diproduksi dan lainnya sedang dalam tahap pengembangan. Berikut adalah beberapa persenjataan futuristik yang benar-benar ada, dikembangkan dan digunakan.

PHASR

PHASR (Personnel Halting and Stimulation Response Rifle) adalah sebuah senjata berbasis cahaya yang digunakan untuk melumpuhkan lawan tanpa membunuh. Senjata ini didesain untuk digunakan baik oleh tentara dan polisi. Senjata ini akan membutakan target dengan sinar laser yang terfokus. Cahaya laser tersebut beroperasi pada panjang gelombang yang bisa disesuaikan yang akan membutakan siapa pun yang melihat ke arahnya. Meskipun demikian, cahaya laser yang digunakan pada senjata ini tidak menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

CornerShot Rifle & Grenade Launcher

Senjata ini didesain khusus untuk digunakan menembak target dari tempat yang tersembunyi, terutama di sudut ruangan atau bangunan. Bagian depan senjata ini bisa dibengkokkan dan terdapat monitor pada sisi senjata untuk melihat target. Ada dua versi senjata ini yaitu pistol semi otomatis dan pelontar granat. Senjata ini begitu populer hingga pihak militer dan penegak hukum dari 15 negara saat ini sudah dilengkapi dengan senjata CornerShot.

ADS – The Active Denial System

ADS adalah salah satu senjata tidak mematikan yang digunakan untuk membubarkan sekelompok target. Senjata ini memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik yang menyebabkan sensasi terbakar pada kulit target. Radiasi ini disebut sebagai “Goodbya Effect” oleh militer dan “Heat Ray” oleh ilmuwan, ADS mampu memanaskan molekul air di kulit seseorang hingga sekitar 55° Celcius dari jarak kurang lebih sekitar 450 meter. Senjata ini rencananya akan digunakan bersamaan dengan gas air mata, meriam air dan peluru karet untuk membubarkan kerusuhan.

Pistol Digital

Pistol yang mernama lengkap Armatix Digital Revolver ini sempat diperkenalkan dalam film James Bond. Pistol masa depan ini memiliki sistem pengaman yang hanya bisa dimatikan bila penggunanya mengenakan jam tangan khusus yang mengirimkan sinyal untuk mematikan kunci pengaman. Dengan demikian pistol ini hanya bisa digunakan oleh pemiliknya sehingga pemilik pistol lebih aman bila seandainya ada orang yang merampas pistol dan akan digunakan pada pemiliknya.

Railgun

Railgun adalah senjata yang memanfaatkan prinsip elektromagnetik untuk melontarkan proyektilnya yang akan melesat lebih cepat daripada kecepatan suara. Senjata ini berbentuk meriam yang ditempatkan di atas kapal. Secara resminya senjata ini memiliki nama 8 Megajoule Electromagnetic Railgun dan bisa melontarkan peluru hingga kecepatan Mach 8, atau 8 kali lebih cepat dari kecepatan suara ( sekitar 8050 km/jam ). Railgun ini bisa digunakan untuk membombardir medan tempur dari tengah laut, melindungi kapal, sebagai pertahanan anti udara dan anti rudal.

Fakta menarik dari Railgun ini adalah bahwa senjata ini ditenagai secara internal menggunakan alat yang bernama “Flux Capacitor”, yang merupakan alat yang menjadi sumber tenaga mesin waktu DeLorean dalam film Back To The Future. Senjata ini adalah sebuah kasus nyata dimana fakta bertemu dengan fiksi.

Quantum Stealth

Bila kita pernah menonton film Predator kita sering kali melihat si Predator menggunakan teknologi untuk membuat diri mereka tidak terlihat. Teknologi ini saat ini sedang dalam tahap pengembangan tingkat lanjut oleh militer Anerika. Teknologi yang disebut sebagai Quantum Stealth ini mengembunyikan pengguna dari pandangan dengan membelokkan cahaya yang diterima. Baju tempur yang dilengkapi dengan Quantum Stealth bisa membantu tentara untuk memasuki wilayah musuh tanpa terdeteksi.

TALOS ( Tactical Assault Light Operator Suit )

Dengan bantuan dari beberapa universitas dan perusahaan-perusahaan teknologi, pasukan khusus Amerika mengembangkan sebuah eksoskeleton robotik yang dikenakan oleh tentara saat bertempur. TALOS akan membuat tentara mampu menahan peluru dan api, memonitor kondisi vital mereka, dan melihat di dalam kegelapan. Pentagon menyebut proyek ini “Iron Man Suit”. Selain itu juga ada laporan yang menyebutkan bahwa pakaian tempur generasi berikutnya akan terbuat dari besi cair yang bisa diperintahkan untuk mengeras menjadi perisai yang kuat. Pakaian tempur ini bisa meningkatkan kekuatan pemakainya dan bisa melakukan hampir semua hal, kecuali terbang seperti Iron Man.

Beberapa prototipe sudah dikembangkan dan generasi pertama dari pakaian tempur ini diharapkan sudah beroperasi pada tahun 2018.

Sentient Unmanned Vehicle

Militer Amerika Serikat saat ini sedang bereksperimen dengan pesawat tanpa awak yang benar-benar berpikir seperti manusia yang menciptakannya. Selama dua puluh tahun terakhir, wahana tanpa awak telah menjadi hal yang umum terdapat dalam dunia militer. Mulai dari pesawat tanpa awak, buggy penjinak bom, kapal selam mini dan robot pengawas. Akan tetapi selama ini wahana tanpa awak tersebut masih perlu dikendalikan dari jarak jauh oleh pilot dan operator yang aman dari ancaman bahaya. Militer Amerika saat ini sedang gencar mengembangkan kecerdasan buatan untuk diimplementasikan kepada wahana-wahana ini baik untuk tujuan keamanan dan untuk tujuan militer, sehingga wahana-wahana tersebut bisa menjalankan misi yang diberikan secara otomatis tanpa perlu dikendalikan oleh orang lain. Hal ini dianggap berbahaya oleh banyak orang dan menuai banyak kritikan karena dianggap memberi “ijin untuk membunuh” bagi mesin.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Dunia pada tanggal Dec 13, 2016


www.000webhost.com