Temuan Rosetta Mendukung Teori Asal Usul Kehidupan Di Bumi


Para ilmuwan mengemukakan salah satu teori mengenai asal usul kehidupan di bumi yaitu berasal dari komet yang mengandung senyawa pembentuk dasar kehidupan. Rosetta, sebuah pesawat tanpa awak yang berfungsi untuk mempelajari komet menemukan sesuatu yang mendukung teori tersebut.

Panspermia adalah sebuah hipotesis yang menyebutkan bahwa unsur pembentuk kehidupan terdapat di hampir seluruh alam semesta yang disebarkan oleh meteorit, asteroid, komet, planetoid termasuk oleh pesawat luar angkasa dalam bentuk kontaminasi tidak sengaja oleh mikroorganisme. Dalam teori ini juga dijelaskan bahwa bentuk kehidupan mikroskopik bisa bertahan hidup di segala macam kondisi termasuk di luar angkasa, misalnya makhluk mikroskopik yang oleh para ilmuwan disebut dengan extremophiles.

Rosetta adalah sebuah wahana luar angkasa yang dibangun oleh European Space Agency (ESA) dan diluncurkan pada tanggal 2 Maret 2004 dengan tujuan untuk mempelajari komet 67P/Churyumov-Gerasimenko secara lebih detil. Pada tanggal 4 Agustus 2014, wahana ini melakukan manuver supaya tertangkap oleh orbit komet tersebut dan pada tanggal 12 November 2014 berhasil melakukan pendaratan.

Komet 67P/C-G

Foto komet 67P/C-G diambil pada tanggal 27 Maret 2015 dengan jarak 329 km dari inti komet.
Foto : ESA/ROSETTA/NAVCAM

67P/Churyumov-Gerasimenko adalah sebuah komet yang menjadi target dari Rosetta, komet ini ditemukan pada tanggal 20 September 1969 oleh Klim Ivanovych Churyumov dan Svetlana Ivanovna Gerasimenko. Komet ini adalah komet periodik dengan Perihelion 1,2452 AU (185.980.000 km), Aphelion 5,6829 AU (850.150.000 km) dan memiliki periode orbit 6,44 tahun.

Dalam studinya pada komet ini, Rosetta menemukan senyawa pembentuk kehidupan yaitu asam amino glisin yang umum terdapat dalam protein, dan fosfor, kedua senyawa tersebut adalah komponen dasar pembentuk DNA dan membran sel dan ditemukan pada coma komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Selain itu, pada saat yang sama, Rosetta juga mendeteksi senyawa dasar pembentuk glisin yang mengindikasikan bahwa senyawa tersebut terbentuk secara alami di sana.

Coma adalah lapisan tipis di sekitar nucleus (inti) komet yang terdiri dari debu dan gas yang bentuk dan ukurannya tergantung pada komposisi dan jarak komet dari matahari.

Dengan ditemukannya glisin, fosfor dan beberapa molekul organik, terasuk hidrogen sulfida dan hidrogen sianida mendukung teori bahwa komet membawa senyawa molekul dasar pembentuk kehidupan, mungkin, ke beberapa sistem bintang yang salah satunya adalah sistem bintang kita, Tata Surya, dan kemudian jatuh ke Bumi, yang ketika itu kondisinya sangat tepat bagi senyawa organik tersebut untuk bereaksi dan membentuk mikroorganisme, makhluk bersel satu yang merupakan cikal bakal kehidupan yang lebih kompleks setelah melalui jutaan tahun evolusi.

Meskipun demikian hal ini hanya merupakan salah satu jawaban dari berbagai teka-teki kehidupan di bumi. Setidaknya kita tahu dari mana mikroorganisme pertama berasal, tetapi masih menjadi teka-teki yang harus dipecahkan bagaimana mereka berevolusi sedemikian rupa sehingga menjadi makhluk-makhluk yang kita kenal saat ini. Masih banyak celah-celah dalam evolusi yang perlu diungkap.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Science pada tanggal May 31, 2016
Tags : , , , ,