Tidak Ada Yang Salah Dengan Foto Ini


Sejak beberapa bulan yang lalu saya mendapati beberapa artikel, termasuk postingan di sosial media yang mem-bully foto di atas, foto di atas ternyata tidak ada yang salah, meskipun kamera yang mereka gunakan adalah kamera manual. Berikut penjelasannya.

Memang kita lihat kamera yang digunakan oleh kedua gadis tersebut adalah sebuah kamera manual atau analog yang masih menggunakan roll film. Inilah yang membuat netizen mem-bully foto tersebut lantaran dalam foto tampak kedua gadis itu melihat bagian belakang kamera seakan-akan melihat hasil foto jepretan pada kamera digital.

Dari komentar-komentar yang saya baca, kemungkinan para pem-bully ini bukan seorang yang mengerti dunia fotografi atau setidaknya mereka adalah generasi fotografi digital yang kurang mengenal seluk-beluk kamera manual. Pemandangan di atas sebenarnya sering kita temui pada mereka yang sedang belajar fotografi menggunakan kamera analog.

Mengapa gadis dalam foto tersebut melihat bagian belakang body kamera manual ?

Memang pada sebagian merk kamera analog atau manual, bagian belakang body tidak ada apa-apanya, tetapi ada satu hal yang sangat diperlukan pada kamera manual, yaitu : Exposure Guide. Pada beberapa merk kamera analog yang tergolong baru, pada bagian belakang kamera terdapat sebuah slot kecil untuk menempatkan exposure guide yang fungsinya sebagai cadangan bila seandainya light meter pada kamera tidak berfungsi baik itu karena rusak atau baterai habis, hal ini tidak ada pada beberapa kamera merk lama.

Slot exposure guide pada kamera analog Braun DN60, bila tidak dipasang exposure guide akan terlihat bagan perbandingan satuan ISO (DIN dan ASA). Pada beberapa negara menggunakan DIN sebagai satuan ISO, sementara kita di Indonesia menggunakan satuan ASA.

Pada kamera-kamera analog jadul yang tidak memiliki light meter tentunya exposure guide sangat diperlukan supaya fotografer bisa mengambil gambar dengan kondisi pencahayaan yang tepat atau setidaknya hampir tepat dimana kemudian kondisi pencahayaan ini akan disesuaikan saat proses pencucian film. Untuk itu saat kita membeli roll film kita juga akan menemui exposure guide yang sesuai dengan ISO film tersebut pada salah satu bagian pada kotak pembungkus film. Oleh beberapa fotografer, exposure guide ini kemudian dirobek dan ditempelkan pada bagian belakang body kamera untuk kemudian si fotografer akan menyesuaikan setting diafragma dan speed dengan kondisi cahaya disekitarnya sesuai dengan exposure guide. Setting ini akan dijadikan patokan apabila perlu terjadi perubahaan speed atau diafragma saat pengambilan gambar, misalnya saat pengambilan gambar objek diam dan objek bergerak.

Karena itulah terkadang fotografer yang menggunakan kamera analog atau manual akan sesekali melihat bagian belakang body kamera untuk menyesuaikan setting pada kamera dengan kondisi pencahayaan di sekitarnya terutama saat di luar ruangan, kecuali bila si fotografer menggunakan kamera analog dengan fasilitas light meter yang berfungsi dengan baik atau menggunakan light meter genggam (handheld), dimana fasilitas ini tidak dimiliki oleh kamera-kamera jadul.

Salah satu contoh penggunaannya adalah yang saat ujian diklat (pendidikan dan latihan) untuk UKM fotografi di salah satu kampus, dimana saya menyediakan kamera dengan exposure guide tertempel dan setting speed dan diafragma yang asal-asalan, kemudian dengan exposure guide tersebut saya minta setting untuk mengambil foto dengan speed tertentu dengan kondisi exposure yang relatif pas tanpa light meter. Ujian praktik seperti ini lebih mudah daripada ketika pertanyaan ini diberikan secara tertulis.

Jadi, apa yang salah pada foto tersebut ? … Tidak ada, kecuali kalau memang terbukti tidak ada exposure guide tertempel pada bagian belakang foto, mungkin mereka adalah gadis yang baru belajar fotografi menggunakan kamera manual dan sedang mengagumi cara kerja cermin dan prisma pada kamera SLR.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori Photoblog pada tanggal Apr 06, 2016


www.000webhost.com