UFO – Antara Fiksi Dan Kenyataan



UFO selalu menjadi bahan perbincangan dan perdebatan yang menarik, mulai dari membayangkan mengenai kehidupan dengan peradaban di planet lain nan jauh di sana sampai memperdebatkan mengenai eksistensi UFO dan “penumpangnya” yang sering kita sebut sebagai alien. Tetapi dengan semakin pesatnya penyebaran informasi membuat dunia internet menjadi sebuah sumber yang kacau dengan bercampurnya fiksi dan kenyataan sehingga banyak informasi yang salah muncul dari perpaduan diantara keduanya. Di sini saya akan membahas mengenai UFO, termasuk juga alien dengan batasan-batasan tertentu untuk memisahkan fiksi dan kenyataan.

Alien – makhluk dari planet lain ?
Ketika mendengar istilah “alien” sering kali yang muncul dalam kepala kita adalah makhluk dengan wujud aneh dari planet lain dengan ukuran kepala yang tidak proporsional dengan tubuhnya. Sebenarnya istilah “alien” ini tidak selalu berhubungan dengan makhluk aneh dari planet lain.
Dari sini bahasa, istilah alien itu sendiri memiliki arti asing, atau tidak dikenali. Dalam kependudukan istilah alien digunakan untuk menyebut individu yang tidak memiliki identitas, terutama orang asing misalnya imgran gelap yang tidak memiliki identitas baik itu berupa passport maupun tanda pengenal lainnya sehingga tidak diketahui dari mana dia berasal, yang istilah lainnya adalah “alien imigrant”.
Berkaitan dengan fenomena UFO istilah alien ini digunakan untuk menyebut makhluk hidup yang, menurut pengakuan saksi mata, tampak keluar atau masuk ke dalam UFO atau yang tampak bersamaan dengan kejadian mendaratnya sebuah UFO, yang sebenarnya kurang lengkap bila hanya disebut alien yang artinya asing. Seharusnya disebut alien creature yang artinya makhluk asing, karena UFO sendiri adalah “istilah keren” dari alien vehicle atau kendaraan asing.
Bila yang dimaksud dengan alien dalam ruang lingkup bahasan UFO ini adalah makhluk hidup, maka tentunya semua jenis makhluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan yang tidak teridentifikasi dan “disinyalir” berasal dari planet lain juga disebut sebagai alien, karena itulah supaya lebih spesifik mengenai siapa yang dimaksud dengan alien ini kemudian muncul istilah alien humanoid atau makhluk asing dengan wujud menyerupai manusia yang tidak diketahui asalnya.
Seperti penjelasan di atas, bila alien humanoid itu diketahui asalnya, misalnya alien A, dari planet X maka makhluk itu bukan lagi alien karena kita sudah “mengenali” wujudnya dan mengetahui asalnya.
Istilah alien juga bisa digunakan untuk menyebut kehidupan asing yang berasal dari bumi, misalnya sebuah spesies hewan atau tumbuhan baru yang tidak diketahui asal-usulnya dan atau belum dikenali dengan baik spesiesnya serta cara hidupnya.

UFO – kendaraan berteknologi tinggi dari planet lain ?
Meskipun alien adalah salah satu bahasan yang menarik, tetapi ternyata UFO menarik lebih banyak perhatian, sebuah benda yang dipercaya sebagai kendaraan dengan teknologi tinggi sehingga bisa melawan grafitasi tanpa mengikuti hukum fisika membuat banyak orang berusaha untuk menganalisa berbagai hal mengenai fenomena ini, termasuk membuat berbagai teori konspirasi yang berhubungan dengan UFO.
Sesuai dengan namanya UFO yang artinya Unidentified Flying Object, adalah istilah untuk mendefinisikan sebuah benda yang terbang atau melayang di udara dimana kita, sebagai pengamat, tidak bisa menjelaskan berbagai hal mengenai benda tersebut. Istilah ini tidak hanya ditujukan bagi benda-benda yang dipercaya berasal dari planet lain saja, tetapi juga untuk benda-benda yang berasal dari bumi, termasuk benda-benda yang sebenarnya kita kenal akan tetapi ketika berada di udara dan dilihat dari sudut tertentu benda tersebut menjadi sulit untuk diidentifikasi dan tampak seperti benda asing.
Di Indonesia sendiri benda ini memiliki istilah lain, yaitu “Beta” atau benda terbang aneh yang definisinya sebenarnya sama dengan definisi UFO di atas, tetapi karena banyak dari para penggemar UFO selalu menghubungkan benda-benda terbang aneh dengan kendaraan dari planet lain, maka arti kata dari UFO maupun Beta menjadi semakin menyempit seiring dengan menyempitnya pola pikir manusia mengenai fenomena ini.
Dari berbagai kejadian fenomena benda terbang di dunia dipercaya hanya 7% yang benar-benar tidak bisa teridentifikasi sementara 93%nya adalah hal-hal yang sebenarnya sering terjadi atau ada di sekitar kita mulai dari fenomena optik, fenomena alam, hingga benda-benda yang terbang karena tertiup angin termasuk berdasarkan pengalaman saya beberapa diantaranya adalah balon bahkan mainan anak-anak.

Pada pembahasan di bawah ini, yang dimaksud dengan UFO dan alien adalah wahana terbang yang dikendalikan atau dikendarai oleh makhluk dengan kecerdasan dari planet lain

Saya melihat sebuah cahaya di langit, bagaimana saya mengidentifikasi apakah cahaya itu UFO atau bukan ?

1. Perhatikan cahayanya, apakah berkedip, atau tidak. Perhatikan juga warna dan tingkat kecerahan warnanya.

Pesawat :
Pesawat yang terbang tinggi terutama pada atau beberapa saat setelah matahari terbenam sering kali tampak menyerupai UFO yang terlihat berwarna silver metalik dan menyala begitu terang di langit malam. Pada malam hari pesawat akan tampak seakan memiliki beberapa warna membetuk formasi segitiga kecil dengan satu cahaya lampu berkedip di bagian tengah, biasanya kombinasi warnanya adalah merah dan hijau pada bagian sayap (untuk membedakan kanan dan kiri sehingga pengamat yang juga sedang di udara bisa mengetahui arah terbang pesawat), satu cahaya putih di bagian ekor dan satu lagi cahaya terang berkedip pada bagian bawah body pesawat. Dalam kondisi pesawat terbang sangat tinggi di daerah perkotaan yang ramai terkadang juga tampak seakan-akan seperti UFO karena warna lampu yang terdistorsi oleh kondisi atmosfer yang penuh polusi ditambah lagi suara pesawat tidak terdengar karena terlalu jauh dan tertutup suara keramaian di sekeliling.

Satelit :
Satelit juga terkadang disalahartikan sebagai UFO. Saat kita berada di sebuah tempat dengan kondisi langit yang cerah, terutama di daerah pegunungan kita terkadang bisa melihat satelit ini melintas pada malam hari. Karena posisinya yang mengorbit bumi, maka satelit ini memantulkan cahaya matahari yang begitu terang sehingga tampak seperti sebuah benda bercahaya putih (seakan-akan seperti bintang) terbang melintas tanpa suara.

Flare :
Flare adalah sebuah benda yang biasanya digunakan sebagai penerangan darurat juga sebagai pengecoh roket dengan detektor panas dan paling sering disalah artikan sebagai UFO, karena itulah flare sering kali digunakan oleh berbagai pihak yang ingin menutupi beberapa insiden yang berkaitan dengan UFO. Benda ini tampak berwarna merah terang dan tanpa suara, tetapi hanya akan bergerak satu arah saja dengan gerakan yang sedikit tidak beraturan karena terpengaruh oleh angin. Relatif terhadap pengamat yang berada di sekitarnya terkadang flare ini tampak seperti bergerak secara horisontal ke arah horizon dan tanpa suara.

UFO :
Berbagai karakteristik dari UFO terkadang juga dimiliki oleh benda-benda non-UFO di atas, tetapi ada satu hal yang membuat UFO ini bisa dikenali sebagai sebuah wahana milik alien yaitu bagaimana dia bermanuver di udara. Sebagian besar kemunculan UFO tampak hanya berupa cahaya di langit seperti benda-benda non-UFO lainnya, tetapi ketika benda tersebut membuat sebuah gerakan atau manuver yang tidak sesuai dengan hukum aerodinamika, saat itulah seorang pengamat akan “kehilangan” berbagai penjelasan rasional mengenai benda tersebut dan mulai mengkategorikan sebagai benda terbang tak dikenal atau UFO (baik itu sebagi benda terbang milik alien atau sekedar benda yang tidak dikenali saja).
Salah satu kasus yang pernah saya lihat adalah sebuah cahaya merah (mirip flare) yang bergerak ke arah tertentu, karena tanpa suara maka bila saya andaika benda itu adalah pesawat, maka dia terbang tinggi dengan kecepatan jelajah, biasanya antara 250-300 knot atau sekitar 400 hingga 460km/jam. Tetapi yang terjadi kemudian cahaya ini tiba-tiba berhenti tanpa melakukan perlambatan seakan-akan terbang dari kecepatan 400km/jam menuju kondisi benar-benar berhenti hanya dalam waktu kurang dari 1 per sekian detik. Cahaya itu diam selama kurang lebih 4 – 5 detik. Kemudian bergerak ke arah lain dan membentuk sudut 90 derajat ke arah barat dan tanpa percepatan benda itu bergerak dengan kecepatan jelajah sama seperti sebelum benda ini berhenti, dari 0 ke sekitar 400 km/jam dalam waktu kurang dari 1 per sekian detik.
Dari sini, semua yang saya bayangkan sebagai penjelasan benda tersebut menjadi kabur dan saya mengkategorikan sebagai benda terbang tidak dikenal, meskipun demikian saya tidak langsung menghubungkan benda tersebut dengan alien atau sebagai benda yang berasal dari peradaban lain.

2. Dengarkan suaranya

Sebagian besar UFO yang dikategorikan sebagai wahana milik alien tidak memproduksi suara karena mereka tidak memiliki sistem propulsi eksternal sebagai daya mendorong seperti pesawat yang kita miliki. Biasanya kita hanya mendengar dengungan atau desisan angin ketika benda ini melintas sehingga bila terbang cukup tinggi tidak akan terdengar suara apapun.
Pesawat terbang yang terbang sangat tinggi juga terkadang tidak terdengar suara mesinnya terutama bila kita berada di tempat yang terkontaminasi oleh berbagai suara baik itu suara alami maupun buatan sehingga cara paling efektif untuk mengidentifikasi UFO adalah dengan memperhatikan manuvernya ketika di udara.

Saya mendapat foto atau video dari teman, bagaimana saya menganalisa apakah yang di dalam foto maupun video tersebut adalah UFO ?

Menganalisa sebuah foto maupun video yang disinyalir merupakan UFO tidaklah mudah karena saat ini banyak teknologi yang bisa digunakan untuk memanipulasi foto maupun video, bahkan dalam sebuah video yang tidak diedit pun sebuah pesawat terbang bisa tampak seperti UFO yang meyakinkan karena dalam video cahaya lampu tampak terang dan terkadang seakan-akan terbang zig-zag karena kondisi kamera yang kesulitan menyesuaikan pencahayaan pada malam hari dan pengambil gambar yang tidak menggunakan tripod saat mengambil gambar.

Lakukan ini : Berdirilah di suatu tempat sehingga kita bisa melihat bintang dan bergeserlah sehingga bintang tersebut tampak berada di samping sebuah objek diam (misalnya tiang atau kabel listrik di dekat kita) Ketika kita mencoba untuk benar-benar diam dan melihat posisi bintang tersebut relatif terhadap tiang listrik kita akan melihat seakan-akan bintang tersebut bergerak-gerak ke kanan-kiri atau naik-turun, dimana kondisi yang sebenarnya adalah posisi mata kita yang bergerak sementara bintang yang letaknya begitu jauh dan tiang listik yang jaraknya begitu dekat sebenarnya tidak bergerak sama sekali. Peredaran darah dan pernafasan kita membuat tubuh kita selalu bergerak meskipun kita berusaha untuk benar-benar diam dan tidak bergerak ditambah dengan perbedaan jarak dua benda diam yang begitu berjauhan membuat efek paralaks yang membuat seakan-akan salah satu obyek yang kita lihat adalah objek yang bergerak, hal ini sering kali membuat kita menganggap bintang adalah UFO kerena tampak seakan-akan tidak diam dan bergerak tidak beraturan di langit.

Kesalahan dalam menganalisa foto maupun video

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika menganalisa sebuah foto maupun video adalah dengan memperbesar gambar tersebut. Karena foto dan video sebenarnya berupa pixel, maka dengan memperbesar gambar tidak akan meningkatkan detil gambar justru akan merusak detil gambar dan apa yang kita lihat pada gambar tersebut menjadi tidak seperti aslinya, terutama otak manusia yang memiliki kemampuan yang istilahnya “false pattern recognition” dimana otak berusaha untuk “mendefinisikan” berbagai bentuk yang tercipta secara acak sesuai dengan bentuk yang dikenal. Contohnya adalah saat kita melihat bentuk wajah atau bentuk hewan pada formasi awan atau asap, padahal sebenarnya awan tersebut tidak berbentuk seperti yang kita pikirkan tetapi pada sudut pandang yang tepat, otak kita mengenali bentuk yang “mirip” dengan yang kita lihat dan berusaha untuk mendefinisikannya. Karena itulah banyak foto dan video yang menyatakan bahwa benda yang ditampilkan adalah UFO atau makhluk hidup pada planet lain (misalnya Mars) padahal sebenarnya bukan, termasuk beberapa bentuk kontroversial yang dipublikasikan oleh NASA seperti “face on mars” serta beberapa batuan yang tampak mirip seperti makhluk hidup atau tumbuhan sebenarnya adalah hasil dari “false pattern recognition” dari otak kita.

Ilusi optik juga menjadi salah satu masalah yang membuat sebuah benda yang sebenarnya kita kenal menjadi tidak kita kenali, hal ini sering terjadi pada foto-foto luar angkasa atau foto-foto yang melibatkan benda terang dan refleksi, misalnya sebuah foto yang diambil dari balik kaca.

Saya pribadi tahu bahwa UFO benar-benar ada seperti pada cerita kejadian yang saya alami di atas, tetapi saya tidak akan mempercayai bila ada orang yang mengatakan bahwa UFO ini berasal dari planet A, alen spesies itu berasal dari planet B, alien spesies lainnya berasal dari planet C, karena tidak ada hal yang bisa membuktikan mengenai kebenaran hal itu. Bila kita mendengar ungkapan saksi yang “mengaku” diculik oleh UFO dan mengungkapkannya melalui sesi hipnotis dan menceritakan semuanya sebenarnya juga merupakan hal yang sulit untuk dipercaya dan tidak bisa dijadikan sebagai bukti dasar ilmiah mengenai pengakuan asal-usul UFO atau alien itu karena dalam kondisi hipnotis berbagai hal yang sifatnya imajinatif pun juga bisa diungkapkan sebagai hal yang diakui sebagai hal nyata.

Menanggapi UFO dan alien cukup berhenti pada istilah “tidak teridentifikasi” dan “asing” saja karena pada dasarnya kita tidak mengetahui mereka berasal dari mana, hanya memperkirakan saja berdasarkan berbagai cerita yang didengar atau dibaca, baik yang fiktif maupun yang dianggap sebagai kisah nyata.
Kita perlu memiliki batasan yang jelas mengenai fiksi dan kenyataan supaya tidak tercampur antara keduanya dan menciptakan sebuah informasi baru yang tidak akurat dan keluar dari kenyataan.


Dipublikasikan oleh theangelwing dalam kategori UFO pada tanggal Jan 14, 2016
Tags : ,